Pergi ke Holland

Akhir pekan kemarin kami sekeluarga pergi ke Holland. Bukan Holland yang negeri Belanda, tapi Holland nama sebuah tempat di negara bagian Michigan. Empat jam nyetir dari sini, lalu pulang lagi 4 jam juga. Sehingga jumlah total 8 jam. Dari Illinois, melewati Indiana, sampai ke Michigan. Ternyata, 8 jam nyetir terbayar dengan apa yang kami lihat di sana.

Ini ide istri saya. Sebetulnya kami berencana pergi dua minggu lalu, tetapi batal karena ujian komprehensif lisan saya ditunda. Baru pergi Sabtu kemarin, karena akhirnya saya ujian kompre lisan hari Jumat kemarin – dan lulus…he..he. Ujian kompre tertulis sudah lulus bulan lalu. Lega juga rasanya. Sekarang baru boleh disebut sebagai Ph.D candidate…he..he. Sebelumnya malu rasanya kalau ada yang menyebut saya kandidat doktor, wong belum lulus ujian komprehensif. Makanya, kemarin pergi ke Holland hitung-hitung refreshing habis ujian. Sehabis ujian lisan hari Jumat siang, profesor pembimbing saya juga bilang: go celebrate, take your family out. Jadilah kami pergi.

Tempat itu bernama Holland, karena dulunya dibangun oleh imigran asal Belanda. Segala sesuatu ditempat itu berbau Belanda. Bahkan bendera Belanda berkibaran dimana-mana. Istri saya ingin ke tempat ini karena ada banyak kebun tulip, bunga khas Belanda. Ini musim semi, musimnya bunga-bunga tulip bermekaran. Istri saya menggemari fotografi, bunga tulip yang sedang mekar pastinya menarik hati untuk di foto.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah sebuah perkebunan tulip yang luas. Bunga tulip aneka warna dan jenis sedang bermekaran. Tempat itu ramai pengunjungnya. Selain banyak tulip, saya baru sadar bahwa ada banyak….orang India..he..he. Betul-betul banyak, mungkin negara bagian Michigan adalah kantong pendatang dari India. Mereka ini muda-muda, tapi kelihatan makmur. Mungkin yuppies. Sekolah di jurusan-jurusan teknik di Michigan, setelah lulus mendapat pekerjaan bagus di perusahaan-perusahaan Amerika, tidak pulang ke India. Mungkin belakangan nanti mereka baru pulang, setelah cukup network dan bisa membangun bisnis di India. Begitulah paling tidak yang pernah ditulis oleh sebuah laporan di majalah Foreign Policy mengenai brain-gain yang sedang dialami India dan Cina. Aset intelektual India dan Cina yang bertebaran di seluruh dunia, yang dulu dihujat tidak patriotik/nasionalis di dalam negeri karena tidak segera pulang setelah selesai sekolah (brain-drain), sekarang sesudah mapan baru pulang. Ada yang sudah jadi full profesor di kampus-kampus Amerika, CEO di perusahaan-perusahaan raksasa, network baik dan jaringan modal kuat. Brain-gain. Mereka membawa investasi dan teknologi pulang ke negerinya. Kita tahu, ekonomi dan teknologi India dan Cina termasuk yang paling baik perkembangannya saat ini. Mungkin mereka ini membungkam kritikus ‘nasionalis’ di negeri asalnya masing-masing.

Kembali ke tulip, bagus sekali bunga-bunga itu. Bisa dilihat beberapa di foto-foto di posting ini. Pantas saja orang Belanda begitu membanggakannya.

Saya juga baru tahu ada bunga tulip yang berwarna gelap, hampir seperti hitam. Asosiasinya seperti jaman kegelapan. Kata istri saya ada film tentang mitos bunga tulip berwarna gelap ini.

Bunga-bunga ini dijual, tapi mahal. Kami cuma potret-potret sajalah. Ada seratus lebih potret tulip-tulip ini yang diambil istri saya. Nanti kapan-kapan di upload ke flickr.

Dari perkebunan tulip ini, kami pergi ke ‘pantai’. Tepatnya, pinggir danau Michigan yang luas hingga berbatasan dengan beberapa negara bagian. Persis seperti tepi pantai, lengkap dengan riak-riak ombak. Semula kami hanya ingin melihat sebuah light house terkenal, tetapi ternyata ‘pantai’nya putih dan luas. Bocah-bocah langsung nggak mau jalan, main-main disitu.

Lelah main di pasir, cari makan siang yang sudah terlambat. Setelah makan, masih belum mau pulang juga. Akhirnya kami mengunjungi sebuah tempat bernama Dutch Village. Ini sebuah tempat seperti taman mini, dimana kehidupan tipikal orang Belanda dipamerkan. Ada tarian orang Belanda, juga kue-kue Belanda. Melihat kue-kue ini, saya merasa familiar. Kue-kue yang biasa disajikan kalau lebaran di Indonesia. Kue nastar, juga kue semprit. Ini kue wajib jaman saya kecil kalau lebaran dulu. Rasanya semua rumah menyediakan kue ini dulu.

Yang menarik, ada display rumah-rumah Belanda. Nah, model genting rumah kita di Indonesia rupanya memang warisan Belanda. Atau dulu orang Belanda yang meniru genting rumah-rumah Indonesia? Juga ada display pakaian tradisional laki-laki Belanda, nggak ada bedanya sama baju lurik yang banyak di jual di Malioboro.

Menjelang malam baru kami pulang. Dua bocah langsung tidur di kursi belakang. Untung saya tidak ikut-ikutan tidur waktu nyetir..he..he.

Saya baru tahu, nyetir dengan kecepatan 70 mil per jam di highway terasa seru jika sambil mendengarkan lagu-lagu Rolling Stones. I Can’t Get No (Satisfaction) dan Paint It Black saya putar berulang-ulang selama di jalan. Istri saya nyeletuk: cari lagi dong piringan hitam Rolling Stones …Nah.

6 Tanggapan to “Pergi ke Holland”

  1. perempuan Says:

    Wah, selamat ya udah lulus ujian komprenya, Bung Kandidat PhD!

  2. coenhp Says:

    bos, congrats lagi ya. eeh belon apa-apa tuh perut udah gendut gitu, gimana sih hehehehe.

    -C

  3. amir mahmud Says:

    bos, kayaknya harus banyak sit up tuh. sudah dadut perutnya. bung, minggu kemarin aku gak sengaja ketemu asep hi 91. surprise juga sudah 14 tahun gak ketemu. ngomong2 kapan pulang? salam dari cirebon

  4. philips vermonte Says:

    @nuke….thanks. Seperti filsafat bola voli…:-)

    @coen, wah foto ini harus di remove karena menimbulkan kontroversi he..he.

    @amir, salam buat si askur. Soal pulang, wah belum tahu. Masih panjang jalannya…

  5. bule Says:

    ‘Lips, wah gue malah nggak pernah ke Holland… rencana melulu… hehe… Re: foto kontroversi, itu kayak perut bir gitu lah… huahaha… tapi kayaknya efek angin kok… lagian emang udah umur… udah ada anak… huehehe…

  6. philips vermonte Says:

    Bule, gile. Holland paling cuma setengah jam dari Ann Arbor. Nyesel lu nggak ke situ..he..he. Re: foto kontroversi, maksud elu itu baju ketiup angin kan? Bukan gw masuk angin sampai kembung?..he..he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: