Ikut Lelang di Ebay

Masih soal hobi baru mengumpulkan piringan hitam bekas, saya baru menyadari bahwa ebay adalah salah satu tempat yang paling banyak menyediakan vinyl bekas. Ada ribuan penjual vinyl di sana, dengan harga bervariasi. Masalahnya, perdagangan di ebay adalah lelang. Jadi kita harus memberi penawaran harga/bidding dan sabar menunggu beberapa hari untuk mengetahui apakah kita menang lelang atau tidak. Tidak seperti moda cash-and-carry dimana kita langsung bayar barang yang kita inginkan.

Nah, saya coba-coba ikut lelang. Beberapa kali kalah. Ikut lelang piringan hitam legendaris grup Pink Floyd yang berjudul The Wall (1979). Kalah telak, barang itu akhirnya terjual 17 dolar. Sementara saya menawar 2 dolar saja..he..he. Satu lagi, saya ikut bidding album versi piringan hitam the Smashing Pumpkins yang judulnya Mellon Collie and the Infinite Sadness (1995). Lelang album ini berlangsung 7 hari, yang ikut bidding banyak sekali. Saya lempar penawaran di hari pertama waktu harganya masih 2 dolar, saya tawar 3 dolar. Langsung kalah telak lagi…he..he. Bidding akan berakhir hari minggu besok, tapi pagi ini (Sabtu) saya lihat harganya sudah 90 dolar lebih. Gile…

Memang album Mellon Collie ini dahsyat betul, sayangnya rilis piringan hitamnya terbatas. Di Amazon saya lihat ada satu yang menjual piringan hitam album ini (bekas), harga yang ditawarkan 199 dolar. Sudah sebulan lebih masih ada disitu, belum ada yang beli…he..he. Saya ada beberapa lagu dari album Mellon Collie dalam format mp3. Tapi karena banyak lagu di album itu kaya dengan orkestrasi dan suara yang membentuk layer-layer, pasti nikmat mendengarkan format piringan hitamnya (tidak seperti lagu-lagu Smashing Pumpkins lain yang kental warna alternative rock-nya).

Tadinya, saya kira harga vinyl bekas berhubungan dengan list di majalah Rolling Stone yang saya sebut dalam posting sebelumnya. Maksud saya bukan karena ada di list itu maka otomatis harga sebuah album musik jadi mahal. Tetapi, kalau albumnya enak dan digemari (saya percaya judgement para redaktur majalah RS..he.he) maka harganya akan mahal.

Ternyata harga tidak terlalu berhubungan juga dengan popularitas album. Album Pink Floyd dan the Smashing Pumpkins yang saya sebut tadi keduanya memang masuk dalam dalam list itu. Tetapi, ketika akhirnya saya menang lelang album lain, asumsi saya tidak sepenuhnya benar. Harga piringan hitam yang saya menangi amat murah. Saya akhirnya menang lelang, album Bruce Springsteen yang judulnya Born in the USA (1984) dengan harga 1 dolar saja. Lalu saya juga menang lelang album piringan hitam Dire Straits yang judulnya Brothers in Arm (1985). Harganya juga sama. Kedua album ini ada di dalam list majalah itu.

Yang lebih menentukan harga adalah supply. Dulu Album Mellon Collie dalam versi piringan hitam dibikin amat terbatas jumlahnya. Sementara Pink Floyd lumayan banyak, tetapi masih sangat digemari. Artinya, tidak banyak orang yang punya album piringan hitam Pink Floyd mau menjualnya ke pasar barang bekas. Mereka masih mau menyimpan untuk didengarkan sendiri.

Tetapi album Born in the USA-nya Bruce Springsteen dan album Dire Strait itu dulu dibikin abundant dalam format piringan hitam. Karena itu harganya di pasaran vinyl bekas sekarang jadi sangat murah karena over supply.

Memang fenomena jual beli online ini sangat menarik. Setahun lalu saya pernah bikin posting mengenai hal ini (kalau mau baca lagi, silahkan klik https://pjvermonte.wordpress.com/2007/06/23/harga-blog-ini-dan-soal-kebebasan/

Dalam posting dulu itu saya tulis bahwa saya percaya teknologi menyediakan sangat banyak opportunity, dan juga menjadi medium untuk kebebasan. Orang bisa menulis pendapat tentang apa saja di internet, seperti blog. Lalu juga bisa berjualan apa saja, skala besar ataupun skala kecil di internet. Konsumen juga untung, bisa dapat barang murah karena persaingan antar penjual di internet besar. Terlebih, hampir tidak mungkin ada kartel antar penjual yang merugikan konsumen, karena para penjual itu tidak saling mengenal satu sama lain. Saya sedang pikir-pikir mau juga jualan di ebay. Mendekati summer begini banyak profesor membuang buku-buku sample yang mereka terima dari penerbit-penerbit. Mungkin saya bisa lihat-lihat di ruang departemen lain, misalnya departemen sosiologi atau sejarah. Kalau ada buku bergeletakan di lorong departemen itu, akan saya kumpulkan lalu jual di ebay atau amazon. Ya kalau menemukan buku bagus yang berhubungan dengan ilmu politik yang saya pelajari, ya akan saya simpan sendiri.

Begitulah, ebay mungkin adalah contoh bagaimana mekanisme pasar bisa berjalan efektif. Tidak ada monopoli, tidak ada kartel. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menyediakan akses internet untuk lebih banyak orang, terutama di negara berkembang. Selain itu, ada tantangan lebih besar dalam konteks jual beli online di negara berkembang, khususnya Indonesia.

Transaksi online mengandaikan trust yang tinggi. Saling percaya antara penjual dan pembeli, yang tidak pernah bertatap muka secara langsung. Pembeli percaya pada deskripsi barang yang diberikan penjual secara online. Dalam hal lelang, penjual juga percaya bahwa pemenang lelang tidak akan tiba-tiba menyatakan batal tidak jadi membeli. Lalu, untuk memperlancar itu semua, perusahaan pos dan pengiriman barang harus terpercaya sehingga barang sampai ketempat tujuan tepat waktu dan tidak dalam keadaan rusak, apalagi hilang di jalan.

Trust adalah persoalan besar kita di Indonesia. Padahal, ilmuwan politik seperti Putnam, Fukuyama dan Inglehart telah menunjukan bahwa trust adalah prasyarat tumbuh berkembangnya demokrasi yang sehat. Selama kita di Indonesia tetap menjadi low-trust society, tantangan mengembangkan demokrasi kita menjadi lebih besar.

5 Tanggapan to “Ikut Lelang di Ebay”

  1. adiwena Says:

    soal springsteen, menurut saya mah album paling keren beliau tetap “The Wild, The Innocent, and The E-Street Shuffle”…

    “Born In The USA” bagus, tapi synth-nya terlalu berlebihan^^..

    p.s: saya dan kakak juga pengoleksi album-RS-500

  2. nant's Says:

    Soal trust. Jauh sebelum gue tau sapa tuh Fukuyama, Putnam dsb, gue cuma sempat membaca Djair yang membuat serial komik “Jaka Gledek.” Ada pendekar dari Muangthai yang datang ke Nusantara dan dia kapok karena kebanyakan pendekar di negeri ini sangat lihai bermuslihat.

    Entah apa maksud Djair yang berkata melalui pendekar dari Muangthai itu, yang jelas cheating memang ganjalan dalam setiap collective action hehehe

  3. perempuan Says:

    lip, vinyl bekas disini ada dimana-mana. Gue ga´ tau elu doyan, kl tau kan bisa gue oleh-olehin. Cari aja di flea markets ato estate sales, pasti banyak.
    Gue baru pertama kali nih baca blog elo. Taunya sih udah lama, cuma belum yakin kalau isinya ga´ serius, takutnya basi kaya blognya AP. Ternyata dikau tidak mengecewakan. Salam deh buat Gujarati.

  4. philips vermonte Says:

    @adiwena, springsteen yang itu lagi saya cari..he..he

    @nanto, he..he..mantap juga tuh pendekar Muangthai, belon tau dia akal bulus pendekar Nusantara…

    @Nuke, gw udah temenan ama Gujarati…Blog jangan serius-serius lah, kuliah aja udah pusing (liat cacing-cacing di buku Gujarati…)..he.he. Di flea market memang banyak, tapi banyak yang rusak juga. Mending cari di vinyl store, yang punya toko biasanya penggemar vinyl, jadi mereka jual yang masih ok…btw, blog elu cool! Ntar gw mau nanya-nanya nih, lagi siap2 bikin website…

  5. kadek Says:

    wahh hebat hebat,…posting ini akan memberikan inspirasi2 bagi para pembacanya,…sukses ya,..ebaynya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: