Konferensi APSA 2007

Minggu lalu saya dapat kiriman dari APSA (American Political Science Association) berupa program acara konferensi tahunan APSA yang ke 103. Saya rasa semua anggota APSA dikirimi buku berisi program acara ini. Tahun ini konferensi yang dinanti-nanti para political scientists dan juga mahasiswa ilmu politik seperti saya ini akan diselenggarakan di Chicago, mulai 30 Agustus hingga 2 September nanti.

Saya sudah beberapa kali bikin posting mengenai APSA di blog ini, antara lain bisa di klik di sini dan di sini. Posting kali ini juga soal APSA, tapi mengenai konferensi yang sudah rutin diadakan sejak 103 tahun lalu ini.

Untung tahun ini konferensi APSA diselenggarakan di Chicago, jadi saya bisa hadir dan menikmati beratus-ratus session soal perkembangan ilmu politik kontemporer. Tahun lalu konferensi APSA diselenggarakan di Philadelphia. Jelas saya tidak mungkin datang ke sana. Selain jauh, juga timingnya pas kuliah sudah berjalan sehingga tidak mungkin ditinggal. Walaupun alasan utamanya mungkin nggak punya duit buat beli tiket ke sana…he..he.

Tidak hanya di tingkat federal seperti APSA, di setiap region ada perkumpulan ilmu politik juga. Di tempat saya belajar ini ada Midwest Political Science Association (MWPSA), yang meng-cover negara bagian di Midwest area (termasuk diantaranya adalah Illinois, Ohio, Indiana dan beberapa lainnya). Perkumpulan ilmu politik di tiap region ini aktif juga. Tidak ada hubungan struktural dengan APSA yang sifatnya lebih nasional/federal. Konferensi tahunan MWPSA biasanya juga diselenggarakan di Chicago, dihadiri lebih dari 3000 orang. Nah, konferensi tahunan APSA biasanya dihadiri dua kali lipatnya, sekitar 6000 orang yang datang dari seluruh penjuru Amerika.

Dalam skala lebih kecil di setiap negara bagian, juga ada perkumpulan ilmu politik. Di negara bagian tempat saya tinggal ada Illinois Political Science Association (IPSA), yang juga rutin mengadakan konferensi tahunan. IPSA ini juga tidak memiliki hubungan struktural dengan MWPSA ataupun APSA. Walaupun anggota IPSA mungkin juga adalah anggota MWPSA dan APSA sekaligus. Yang jelas, organisasi-organisasi itu sifatnya jauh dari top-down, semua bottom up. Voluntary, anggotanya juga membayar iuran. Organisasi-organisasi keilmuan seperti APSA ini hadir dari keinginan dan kebutuhan untuk berorganisasi, sharing pengetahuan dan mengkomunikasikan gagasan. Tidak mengherankan jika ilmu politik di Amerika sangat dinamis, karena para scholars dan student punya banyak event bertemu dan bertukar ide.

Seperti pernah saya tulis sebelumnya, kelemahan kita adalah organisasi. Entah mengapa kita selalu sulit mengorganisasikan diri. Contoh kecil, mahasiswa hubungan internasional di Indonesia punya forum yang namanya Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (FKMHII) yang juga rutin mengadakan Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (PNMHII). Setahu saya, organisasi ini dulu dibentuk dengan tujuan sharing kemajuan kajian ilmu hubungan internasional antar mahasiswa HI di Indonesia. Sebagai mahasiswa, saya pernah ikut PNMHII dua kali dulu di awal tahun 1990-an.

Sebagai peneliti/dosen, saya pernah juga diundang memberi ceramah dalam beberapa PNMHII. Dari apa yang saya saksikan dan saya dengar, organisasi semacam FKMHII belakangan menjadi lebih politis, terpecah belah. Bukan lagi menjadi forum pertemuan sharing untuk kemajuan ilmu hubungan internasional sebagai cabang ilmu sosial politik di Indonesia. Kalau butuh kendaraan politik, ya sebaiknya para mahasiswa mendingan aktif di Senat Mahasiswa atau organisasi ekstra kampus yang lebih pas. Atau ikut partai politik sekalian lah…he..he. Entahlah, mungkin mahasiswa sekarang punya pandangan dan dinamika berbeda.

Anyway, kembali ke konferensi APSA 2007 ini, susah juga menentukan session mana yang ingin saya hadiri. Banyak sekali session menarik yang berlangsung bersamaan. Yang terang, topiknya beragam. Tidak melulu mengenai substansi ilmu politik, tapi ada banyak session mengenai bagaimana cara mengajar ilmu politik, juga bagaimana cara mengakses lembaga-lembaga yang memberi dana riset. Topik mengenai lembaga funding ini tentu menarik, karena dasarnya adalah semangat keinginan sharing dan saling memajukan. Kalau tidak ada semangat semacam ini, tentu tidak bakal ada yang mau berbagi akses ke lembaga funding. Pasti mau dimonopoli sendiri…he..he.

Topik substanstif meliputi empat cabang ilmu politik: comparative politics, international relations, political theory dan public policy. Juga ada session-session tentang metodologi, baik kualitatif maupun kuantitatif.

Ini ada beberapa session yang sudah saya tandai karena topiknya menarik dan ingin saya datangi:

1. Methodological Developments in the Study of Legislatures
2. Parties and Legislatures in Comparative Perspectives
3. Domestic Politics and Interstate Conflicts.
4. Intrastate Conflict Management
5. The Discipline of International Relations: Past, Present and Future (kelihatannya ini super wajib hadir, kalau schedule-nya cocok. Yang bicara di session in Robert Keohane, John J. Mearsheimer, Alexander Wendt, Thomas Risse, dan John A. Vasquez).

6. Is Democracy Working? Satisfaction, Accountability and Participation in Electoral Democracies.
7. Simulations, Blogs, and Multimedia: Technologies for Teaching Political Science.
8. Local Governance and Political Change in East Asia.
9. Authoritarian Politics in Comparative Perspective.
10. Electoral Institution at the Local Level

11. Electoral Institutions and Political Outcomes.
12. New Directions for the Study of Politial Parties in Third Wave Democracies.
13. Methodological Advances in the Study of Elections and Voting Behavior.
14. Comparative Electoral Systems.
15. Asian Integration as the Mirror of Europe?

16. Roundtable: China’s Rising Strategy in Comparative Perspectives.
17. The Democratizing Power of Elections.
18. Islamic Political Parties in Democratic Competition.
19. Pivotal Elections and Democratic Development.
20. Party Competition and Political Stability.

21. Democratization, Seccession and Violence.
22. Cabinets in Presidential Systems in Comparative Perspective.
23. East Asia Security and Foreign Policy.
24. Domestic Politics and International Relations
25. Soft Power in International Security.
26. Hegemony, Power and Order in the International System.

Masih banyak lagi yang bisa dimasukkan list. Yang di dalam list ini pun belum tentu bisa dihadiri semua, karena banyak diantaranya yang berlangsung paralel bersamaan. Lihat nanti sajalah.

Beginilah majunya APSA. Topiknya tidak pernah kering, dan ia seperti menjadi meeting point para pengkaji ilmu politik yang selanjutnya menyumbang lebih jauh bagi perkembangan ilmu politik di Amerika. Dengan sejarah panjang organisasi akademik seperti APSA, ditunjang oleh tradisi intelektual, dan keragaman kajian seperti ini, tidak terlalu mengherankan apabila literatur ilmu politik (termasuk di dalamnya disiplin ilmu hubungan internasional dan juga disiplin perbandingan sistem politik) sangat dipengaruhi oleh ilmuwan politik Amerika.

5 Tanggapan to “Konferensi APSA 2007”

  1. bhatara ibnu reza Says:

    Bung, terima kasih informasinya. Pertemuan itu pasti menarik sekali bagi para pemerhari politik. Saya pun ingat ketika di sana sempat diajak konferensi American International Law Society (ASIL) yang dihadiri para ahli hukum internasional se-Amerika dan Eropa malahan ada beberapa dari Asia dan Afrika yang juga menjadi anggota. Sayang sekali saya tidak bisa menghadirinya saat itu karena suatu dan lain hal. Mengenai PNMHI, tahun ini UAI akan jadi tuan rumah. Rencananya akan diselenggarakan Desember 2007 ini. Ok itu dulu, nanti kita tunggu laporan pandangan mata dari pertemuan APSA. Salam. BIR

  2. philips vermonte Says:

    bos BIR, wah selamat siap-siap buat UAI. Kesempatan baik untuk mengembalikan pamor sesi diskusi yang belakangan dikalahkan oleh sesi pertemuan organisasi yang isinya kebanyakan interupsi…he..he

  3. Alex Arifianto Says:

    Hi Philip,

    Jangan lupa pergi ke workshop section berjudul “Ethnic Mobilization and Conflict in Multiethnic Societies,” (hari Jum’at jam 2 PM) paper2 di situ semua either tentang Indonesia atau Malaysia. Para presenter adalah Professor Bridget Welsh dari SAIS-Johns Hopkins Univ (mantan dosen pembimbing saya) dan dua orang PhD student yang menjadi fellow di Freedom Institute, Julie Chernov dan Jennifer Epley.

    Saya sih juga pingin ikut APSA meeting, tapi karena saya baru memulai residency saya di Arizona State U (baru 2 minggu) dan tdk punya paper utk dipresentasikan, jadi saya tdk bisa ikut. Oh, well, perhaps next year.

    Sampai nanti dan salam,

    Alex Arifianto

  4. yusran Says:

    wah asik banget tuch mas philips, jgn lupa ya kalo uda balik ke jakarta ilmunya di bagi-bagi sama anak-anak Universitas Budi Luhur. oh..ya masih ingat kan sm saya?mahasiswa mas philips di UBL, YUSRAN yang suka bikin rusuh he..he…

  5. Ade Says:

    soal pnmhii, kok kita sependapat ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: