Musim Tanam CSIS

Teguh Yudo, kolega CSIS saya yang sedang studi di Sydney Australia mengabarkan berita gembira di blog-nya mengenai beberapa kolega CSIS dari kantor di Jakarta. Seorang kolega CSIS Arya Gaduh mendapat beasiswa dari kampus University of Southern California (USC). Sekarang urusan visa dan lain-lainnya (semoga lancar bung)

CSIS kelihatannya sedang ‘musim tanam” karena beberapa penelitinya mendapat beasiswa dari beberapa lembaga pemberi beasiswa untuk studi lanjutan ke luar negeri. Selain Arya, rekan lain Puspa Amri mendapat beasiswa Fulbright untuk studi doktoral bidang ekonomi politik di Claremont University yang juga akan dimulai semester musim gugur yang akan datang. Dengan demikian, kalau tidak ada perubahan, akan ada lima peneliti CSIS yang studi di Amerika. Di kota ini saya studi bersama Nico Harjanto, sama-sama belajar ilmu politik. Lalu ada Muhammad Pasha di Brandeis University di Boston yang sedang belajar ilmu ekonomi. Sebetulnya ada seorang lagi, Ari Perdana yang studi Master di Kennedy School of Government di Harvard dan sudah pulang setahun lalu. Seorang rekan lain, Pratiwi Kartika, baru selesai studi Master-nya di Australian National University (ANU) di Canberra beberapa minggu lalu. Ada seorang rekan lain, Yose Rizal Damuri, yang juga sedang studi doktoral di Graduate Institute of International Studies di Geneva, Eropa. Saya juga dapat kabar bahwa rekan lain Imelda Maidir juga baru berangkat dua minggu lalu ke Singapura untuk studi Master dengan beasiswa di Lee Kuan Yew School of Public Policy – National University of Singapore (NUS). Selamat friends!

Banyak teman di luar CSIS menganggap bahwa status sebagai peneliti CSIS memudahkan mendapat beasiswa. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, karena terkadang status ini justru menjadi halangan karena banyak lembaga pemberi beasiswa misalnya memprioritaskan memberi beasiswa bagi mereka yang berasal dari institusi yang memerlukan bantuan untuk memperbesar akses ke luar. Dikiranya CSIS adalah lembaga kaya sekali, yang sanggup menyekolahkan semua penelitinya keluar negeri…he..he. Padahal, seperti lembaga penelitian lainnya di Indonesia, CSIS juga harus berusaha keras mendapat akses untuk research grant. Bahkan proses lamaran beasiswa juga tidak mudah.

Seperti banyak orang lain, seringkali kami harus mencoba melamar berkali-kali sebelum akhirnya mendapat beasiswa. Seperti rekan saya Arya bilang kepada saya ketika dia mendapat kabar beasiswa itu, untuk urusan mencari beasiswa, faktor ‘keberuntungan’ juga sangat penting.

Yah sepertinya sekarang CSIS memang sedang ‘musim tanam’, entah kapan panen-nya..he..he. Kami, peneliti yang muda-muda, sering disebut sebagai generasi ketiga CSIS, sekarang lagi pada belajar di banyak tempat. Memang menyenangkan saat ini bekerja di CSIS karena banyak yang seumuran, dan kami bergabung dalam periode yang tidak terpaut jauh satu sama lain. Umumnya generasi ketiga ini bergabung dengan CSIS di akhir tahun 1990-an dan lebih banyak yang bergabung di awal tahun 2000-an. Lumayan, ada cohort yang bisa menyemangati satu sama lain. Yang terpenting, ada teman diskusi dan aktifitas yang seumuran sehingga bisa diskusi dengan ide paling liar sekalipun…:-)

8 Tanggapan to “Musim Tanam CSIS”

  1. puspini Says:

    bos, ini udah generasi ke -4 kali euuuy….btw,kite satu generasi ato gak?;-) Masa lu ama Tiwi masih mau ngaku satu generasi?? ;-)

  2. philips vermonte Says:

    puspini,ke empat ya? kite mah nggak satu generasi, elu satu generasi ama si Yose. Gue ya ama Tiwi: youth is a state of mind….:-)

  3. Hadi Susastera Says:

    Bos…kapan ada peneliti CSIS nyusul ke Department of Economics MIT?

  4. Teguh Yudo Says:

    Gue ama tiwi rasanya yang lebih berhak bilang satu generasi..he..he…he… (kok jadi rebutan satu generasi ama tiwi :D…)

  5. puspini Says:

    enak aje gw satu generasi ama Yose…lu tau sendiri, the famous ibu MG aja yg ngospek Yose…have some respect for the man, dude! ;-)

  6. Pasha Says:

    Daripada ribut ngomongin generasi mending mikir kapan lg nih kita diskusi sambil makan bakso..atau makan bakso sambil diskusi? Tenang aja lip, lo masih termasuk muda kok menurut kita semua:D

  7. indra piliang Says:

    ya, sebagai generasi paling senior == angkatan pertama ==, gw salut dengan kemampuan belajar teman-teman yunior di CSIS…

  8. Alex Arifianto Says:

    Trims atas update ini dan selamat untuk rekan2 CSIS yang akan memulai studi S-3nya sebentar lagi, I wish you all the best. Omong2, saya juga baru memulai studi S-3 saya dalam ilmu politik di Arizona State University di daerah Phoenix, AZ. Moga2 kita bisa ketemu dan tukar pikiran dlm professional conferences yang akan dilakukan baik di AS maupun di Indonesia nanti (sayang saya tdk bisa menghadiri APSA meeting tahun ini, tapi moga-moga next year bisa).

    Sampai nanti dan semoga sukses semuanya!

    —Alex

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: