Dari Blog Yusariyanto

Saya punya karib, Yus namanya. Kenal di kampus Jatinangor waktu kuliah dulu. Yang pertama saya kenal bukanlah orangnya. Tetapi tulisannya di majalah Faktum, yang dikelola mahasiswa Fikom. Kala itu, saya bersama banyak kawan lain di Fisip baru belajar menulis dan belajar membangun majalah di kampus sendiri, Fisip. Tulisan Yus yang pertama saya baca indah dan bernas, bahkan saya masih ingat penggalannya hingga kini (enggak enak dikutip disini, elu bisa malu Yus!..he..he). Setelah membaca tulisannya di majalah Faktum itu, saya mencari orangnya dan mengajaknya berkenalan. Tak lama kemudian saya minta dia mengajari kami semua bagaimana cara menulis yang baik. Untung dia bersedia. Sejak itulah kami menjadi karib hingga kini.

Dibawah ini ada satu coretan terbaru di blognya, blog yang ia desain untuk bertutur pada dua putranya, Havel dan Kafka. Tulisan Yus ini saya ‘bajak’ tanpa izin (pasti elu kasih ijin kan Yus?). Tulisan Yus ini, seperti biasa, menggugah.

Blog milik Yus sendiri bisa di klik di http://blogyusariyanto.wordpress.com. Blog-nya highly recommended!

salam
pjv
——–

Suvenir
19Jul07

Havel dan Kafka,

Andy Budiman, teman sejak masa kuliah, menyodorkan buku itu. Tajuknya Kolom-kolom Kawin: Kado Untuk Fathia Syarif dan Hamid Basyaib. Mereka menikah awal April lalu. Antologi tersebut adalah suvenir untuk para tamu.

Lebih dari dua puluh tulisan, dirangkai nama-nama seperti Goenawan Mohamad, Nono Anwar Makarim, Bondan Winarno, Nirwan Dewanto, Ulil Abshar-Abdalla. Sejumlah karya “orang biasa” menghiasi pula. Begitu pula dengan Fathia dan Hamid yang menyerahkan goresan pena masing-masing. Rata-rata ringkas, cukup banyak yang bernas.

Berikut satu paragraf di sana:

“…tidak ada perkawinan yang tanpa ombak dan gejolak, karena variasi dan kakofoni di luar sana seringkali menggoda. Namun demikian, perkawinan adalah juga pentas jazz, di mana sang pasangan dengan keterampilan, wawasan, dan sadar-diri masing-masing, sanggup memainkan improvisasi tak terduga di atas komposisi yang terencana.”

(Di tengah Kakofoni, Nirwan Dewanto)

Hmm, aku mendadak kangen ibu kalian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: