Pelajaran dari Burung Gagak

Kemarin sepulang dari dokter gigi perawatan anak saya yang paling kecil, saya menemukan anak kami yang pertama sedang memegangi kepalanya sambil meringis. Kami pulang agak terlambat, sehingga dia memang harus menunggu di luar apartemen sepulang sekolah, sekitar 10 menit.

“I was attacked by a bird”, begitu jawabnya ketika saya tanya ada apa. Ternyata dia diserang burung gagak. Rupanya ada anak burung gagak terjatuh dari sarangnya di atap sebuah gedung apartemen di kompleks tempat kami tinggal. Ketika dia mendekati anak burung gagak itu yang tergeletak di rumput, induknya sekonyong-konyong menyerang dari atas dan mematuk kepala anak saya itu.

Memang ada banyak macam burung di kota tempat kami tinggal ini. Termasuk burung gagak. Waktu studi S-2 di kota Adelaide di Australia dulu, juga banyak burung gagak. Klub futbol (Australian) kebanggaan kota itu bahkan bernama Adelaide Crows.

Setelah masuk rumah, anak saya pergi keluar lagi sambil membawa sebuah boks sepatu bekas. Dan kembali dengan tiga anak burung gagak. Sepertinya sarang burung gagak itu porak poranda tertiup angin yang bertiup kencang sekali hari itu, hingga tiga anak burung gagak jatuh dari sarangnya. Angin memang tak terduga hari-hari ini, maklum sedang pergantian musim menuju musim panas.

Karena tidak mungkin mengembalikan anak-anak burung gagak itu ke sarangnya di atap gedung yang cukup tinggi, anak saya berencana memeliharanya di rumah satu hari, lalu akan membawanya ke sekolah. Di sekolahnya memang suka ada murid yang membawa hewan terlantar untuk dirawat sebentar untuk kemudian dilepas atau diserahkan ke tempat pemeliharaan. Jadi anak-anak burung gagak itu dia beri makan, dan dibuatkan sarang di dalam boks sepatu bekas itu dengan ranting-ranting kayu.

Istri saya lantas mencari informasi di internet soal burung gagak dan pemeliharaannya. Hasilnya bikin kaget. Ternyata, berdasarkan informasi di sebuah website tentang jenis-jenis burung yang dia temukan di internet, bila mengalami kejadian seperti itu kita justu dianjurkan untuk tidak menolong burung gagak. Karena induknya akan marah. Sementara, burung gagak adalah burung paling pendendam sekaligus intelligent. Burung gagak bisa mengingat rupa orang yang dianggapnya menyerang secara personal dan lantas ‘memberi tahu’ teman-temannya. Sehingga, mungkin saja orang itu akan diserang burung gagak lagi, karena dianggap musuh bersama. Burung gagak bahkan juga bisa mengenali senapan angin atau senjata jenis rifle lain dari jauh, sehingga dia bisa menghindari tembakan para pemburu.

Wah, setelah membaca informasi diinternet, kami putuskan untuk meletakan boks bekas sepatu tempat sarang buatan itu ke bawah pohon yang terletak dekat atap gedung tempat sarangnya semula berada. Waktu saya meletakkannya ke bawah pohon, induknya masih ada di atas atap, mengeluarkan suara berisik. Juga saya lihat ada beberapa burung gagak lain.

Jadi ada pelajaran dari burung gagak: niat baik untuk menolong tidak selalu berakhir baik. Yang ditolong bisa salah persepsi, justru bisa marah. Bisa repot, apalagi kalau seperti burung gagak yang pendendam…he..he.

8 Tanggapan to “Pelajaran dari Burung Gagak”

  1. kuzz Says:

    Kalau di kampungku sih suara burung gagak atau gaok jadi tengara atau petanda akan ada orang mati. Makanya sejak kecil seperti didoktrin oleh mitos itu untuk menangkap atau memelihara burung gagak itu. :-))

  2. DiN Says:

    Informasi yang bermanfaat. Terima kasih.

  3. missdayeuh Says:

    gue ngga akan marah koq.. bener deh… eh, iya, gue bukan burung gagak ya? lupa :p

  4. philips vermonte Says:

    Thanks sudah pada mampir…# Bung kuzz, iya betul memang ada juga mitos itu.

    # Din, senang kalau ini bermanfaat…:-)

    # Mer, elu mah burung puyuh kali…he..he

  5. jimmy Says:

    hahaha….
    kadang-kadang terlalu banyak orang yang tidak mengerti “itikad baik” seseorang!!
    tetapi, kita kan bukan “BURUNG”…hehe

  6. ady setyawan Says:

    bukan cuma burung gagak yg isa hafal dengan senapan, beberapa jenis burung yg lain juga bisa mengingat senapan dan terbang menjauhi. bagus juga info ini… terimakasih…baru tau kalo gagak sependendam itu…semoga dia mau berubah kalo dah dengar cerita dari anak2nya yg dah dipelihara manusia hehe

  7. candra kirana Says:

    ..waduwh..malahan hari ini, gw liat anak burung merbah cerukcuk (picnonotus goiavier), rencananya mau gw ambil dan di pelihara..ma’lum gw suka binatang..gimana yaks..

  8. edy suryawan Says:

    yayaya… serem jg,, tp di bali sering burung gagak tersebut dianggap sebagai burung peramal,, yang mengetahui apa yang akn terjadi,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: