Berpulang

Tara akhirnya berpulang hari Minggu kemarin. She is now at peace. Selasa besok ada kesempatan melihat jasadnya terakhir kali di sebuah funeral house. Hari Kamis akan ada private burial, jadi sepertinya hanya keluarga dekat yang akan hadir di pemakamannya. Besok sore pasti ramai yang datang untuk melihatnya terakhir kali di funeral house itu.

Sebetulnya, hari Rabu yang akan datang akan ada pesta yang diselenggarakan oleh dekanat library sebagai apresiasi bagi para mahasiswa yang bekerja di library. Mestinya ada games, drinks, pizza dan lainnya. Tapi tadi ada pengumuman bahwa pihak dekanat library memutuskan menunda acara itu, untuk menghargai rekan-rekan Tara, yaitu divisi tempat saya bekerja. Memang sudah sepatutnya acara itu ditunda. Tadi saja suasana kerja terasa aneh sekali. Semua sedang bersedih.

Minggu lalu, seorang kenalan saya juga berpulang, setelah sakit sekian lama. Dia seorang profesor fisika. Saya berkenalan dengannya di rumah seorang rekan Indonesia saat lebaran. Profesor itu dan istrinya memang sahabat dari keluarga rekan saya ini. Profesor ini orangnya sangat rendah hati, humble.

Saya baca di koran yang diterbitkan mahasiswa kampus saya minggu lalu yang menulis kenangan untuk profesor ini. Suatu kali  profesor kenalan saya ini mendapat tawaran bekerja di sebuah perusahaan swasta, ia mendapat tawaran gaji berlipat-lipat dari yang diterimanya sebagai profesor di kampus. Di Amerika, adalah biasa apabila seorang profesor mendapat tawaran di tempat lain lalu mendatangi departemen atau fakultasnya untuk meminta kenaikan gaji dengan menunjukan tawaran dari tempat lain itu. Kalau kampus tidak menaikan gajinya, maka yang bersangkutan pindah ke tempat yang memberi tawaran lebih baik. Begitulah umumnya.

Profesor ini datang ke dekannya membawa surat tawaran dari perusahaan itu. Tapi apa yang dimintanya kepada dekan sama sekali bukan untuk dirinya. Dia hanya minta dekan menambah anggaran laboratorium dan menambah stipend bagi para mahasiswa yang bekerja bersama dia di laboratorium itu. Demikian juga yang dia minta ketika dia memenangkan project  bernilai jutaan dolar beberapa waktu lalu, dia tidak pernah meminta untuk dirinya, tapi selalu untuk laboratorium dan untuk mahasiswa-mahasiswanya.

Semoga yang pergi sekarang beristirahat dengan damai. Lagi-lagi saya ingat ungkapan lama: Only the good die young.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: