Digitalisasi Koleksi Asia Tenggara

Seperti pernah saya tulis sebelumnya, sejak musim panas 2006 (bulan Juni tahun lalu) saya bekerja di perpustakaan kampus tempat saya kuliah (ceritanya bisa diklik di sini). Saya direkrut untuk ikut dalam Lincoln Project, proyek digitalisasi buku-buku tua sekitar masa hidup Abraham Lincoln, salah satu presiden besar Amerika Serikat. Jadi saya men-scan buku-buku tua terbitan awal tahun 1800-an lalu memindahkannya ke dalam html atau format online lain. Tidak hanya mengenai Lincoln yang berasal dari negara bagian Illinois tempat saya tinggal dan belajar sekarang, project ini juga men-digitalisasi buku-buku terbitan tahun-tahun itu mengenai dinamika negara bagian Illinois saat itu (salah satu cerita buku itu bisa diklik di sini).

Sejak bulan lalu, saya diikutkan dalam project digitalisasi koleksi Asia Tenggara milik kampus saya ini. Kampus saya memang memiliki Center for Southeast Asian Studies yang dianggap cukup kuat di Amerika Serikat, jadi kampus saya punya alokasi khusus untuk koleksi Asia Tenggara hampir satu lantai penuh di gedung perpustakaan. Project digitalisasi koleksi Asia Tenggara ini belum lama berjalan, juga menjadi bagian dari project digitalisasi library kampus kami secara keseluruhan. Website project digitalisasi koleksi Asia Tenggara yang belum lama dimulai ini bisa di klik di sini. Di website itu bisa diakses beberapa manuskrip yang sudah selesai di-digitalisasi, memang belum banyak dan masih terus di update. Kami men-digitalisasi koleksi-koleksi tua dari Asia Tenggara, termasuk manuskrip-manuskrip kuno yang ditulis di atas pelepah kayu. Juga buku-buku kuno.

Seru juga, terutama buat saya. Pekerjaan saya sebagai peneliti di CSIS membuat saya lebih sering melihat Asia Tenggara dalam kacamata security studies, sementara project digitalisasi koleksi Asia Tenggara ini membuat saya lebih bisa meng-apresiasi Asia Tenggara dari kacamata area studies yang lebih sosiologis dan antropologis pendekatannya.

Kerja 15 jam seminggu, sambil kuliah dengan load bacaan tinggi, cukup sulit. I have to juggle antara kerja, kuliah dan keluarga. Jadwal membaca bahan kuliah dan mengerjakan tugas-tugas kuliah serta bekerja di perpustakaan harus saya bikin dengan ketat. Perlu displin untuk menjalankannya (of which I have to admit that I have not been very succesful so far…). Masalahnya, gajinya (standar gaji minimum wage untuk negara bagian Illinois, nggak banyak juga) saya butuhkan buat menambah beasiswa, bayar tagihan ini itu, beli buku (for myself, wife and kids), bayar langganan jurnal dan membership asosiasi ilmu politik di sini, juga buat jalan-jalan sekeluarga sekadarnya…he..he. Beginilah, tantangan menjadi mahasiswa dengan keluarga di Amerika. Kata orang-orang tua: no pain, no gain.

2 Tanggapan to “Digitalisasi Koleksi Asia Tenggara”

  1. mrtajib Says:

    pak, apa perputakaan di negeri ini sudah digitalisasi? Dan diupload di internet? Tetapi ang diupload bukan judulnya doang, melainkan isinya juga? jadi yang di pelosok sini gak rus ke jakarta…yang lagi kebanjiran itu.

  2. Solihin Says:

    Kapan Perpustakaan Indonesia mempunyai koleksi digital buku-buku tua atau manuskrip asia tenggara 3 lantai ? Saya yakin koleksinya tidak selengkap perpustakaan di Inggris (british library) dan Amerika. Ironisnya, manuskrip kepunyaan Indonesia karya intelektual nenek moyang kita, koleksinya bisa dibaca di negeri orang, sementara di negeri sendiri tidak ada. Itulah perlunya DIGITALISASI MANUSKRIP untuk menyelamatkan warisan karya nenek moyang kita (karya mengenai mujarobat, tasawuf, tauhid, astronomi, history local, dll) yang memang banyak di negeri ini. Saya punya beberapa koleksi manuskrip berupa digital hasil dari proyek penyelamatan manuskrip islam pesantren indonesia dengan digitalisasi yang saya lakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: