Berburu Buku

Hari ini saya dan rekan saya Nico ada janji ketemu dengan pak Hadi Soesastro, direktur eksekutif CSIS tempat kami berdua bekerja sebagai peneliti di Jakarta. Pak Hadi sedang ada konferensi di Chicago dan hari ini adalah hari terakhirnya, sebelum kembali ke Jakarta hari Minggu siang. Jadi kami tadi janjian untuk makan malam bersama.

Kebetulan Dan Slater, seorang dosen ilmu politik di University of Chicago, akan ikut makan malam. Dan Slater adalah teman lama Nico. Dan Slater pernah menjadi research fellow di CSIS tahun 2004, waktu itu Dan masih dalam proses penelitian penyelesaian disertasi doktoralnya mengenai state-building. Begitu lulus, dia berhasil lolos diterima menjadi pengajar di Department of Political Science di University of Chicago. Sejak tahun lalu dia mulai mengajar di sana. Tidak mengherankan, karena Dan Slater ini produktif sekali menulis. Tulisannya bisa ditemui di berbagai jurnal terkemuka, misalnya di jurnal International Organization, atau juga di jurnal Comparative Politics.

Di mata kuliah Contemporary Indonesian Politics yang saya ambil di semester ini, salah satu tulisannya mengenai “Party Cartels and Presidential Power after Democratic Transition in Indonesia” ada dalam list bacaan yang wajib dibaca. Di mata kuliah Comparative Politics Theory, juga ada satu tulisannya dalam daftar wajib baca, yaitu “Systemic Variation and the Origins of Developmental States”. Dan Slater is a humble person, rendah hati. Memang tipikal umumnya akademisi Amerika yang santai saja penampilannya. Karena wajahnya (juga umurnya) yang masih muda, dia mungkin lebih sering dikira mahasiswa, daripada dikira sebagai professor..he..he.

Anyway, tadi Dan Slater kami jemput di Powell’s Bookstore di Chicago, sebelum berangkat menjemput pak Hadi di hotelnya untuk makan malam. Tempat tinggal Dan tidak jauh dari situ. Powell’s berada dekat sekali dengan kampus University of Chicago. Powell’s bookstore ini adalah toko buku second-hand yang besar sekali. Jadi saya sempat juga membeli beberapa buku. Sukses juga tadi, saya mendapat beberapa buku klasik. Ini dia list-nya:

1. Rose, Mishler and Haerpfer (eds), Democracy and Its Alternatives: Understanding Post-Communist Societies (1998).

2. Diamond and Plattner (eds), Civil-Military Relations and Democracy (1996)

3. Anthony Smith, Theories of Nationalism (1983); buku ini adalah salah satu buku ‘wajib’ bagi para pengkaji nasionalisme.

4. Ronald Rogowski, Commerce and Coalitions: How Trade Affects Domestic Political Alignments (1989); dalam studi hubungan internasional, kajian Rogowski ini sering dikutip untuk mematahkan paradigma neo-realisme yang mengabaikan fakta bahwa struktur sistem international mempengaruhi domestik politik atau sebaliknya. Dalam studi comparative politics, studi Rogowski ini juga banyak dibaca.
5. Diamond and Plattner (eds), Capitalism, Socialism and Democracy Revisited (1993).

6. Kenneth Oye, Cooperation Under Anarchy (1986); topik ini juga menjadi topik yang berusaha mematahkan argumen neo-realisme dalam studi HI yang meyakini bahwa struktur sistem internasional yang anarkis tidak memungkinkan terjadinya kerjasama antar negara.

7. Dale Eickelman and James Piscatori (eds), Muslim Politics (1996).

Rata-rata harganya lima dolaran. Di Amazon.com kalau sedang beruntung mungkin saya bisa dapat buku-buku ini (second-hand) dengan harga yang sama. Tapi tentu harus bayar extra untuk ongkos kirim. Selain itu harus menunggu sekitar satu minggu atau dua minggu sebelum buku sampai di alamat rumah.

Lumayan, hari ini dapat buku-buku bagus dengan harga murah meriah. Selain itu ketemu pak Hadi Soesastro, dapat update banyak informasi soal Indonesia. Juga dapat suntikan motivasi, karena ketemu Dan Slater yang antusias sekali bercakap-cakap soal Indonesia dan soal ilmu politik pada umumnya.

3 Tanggapan to “Berburu Buku”

  1. yus ariyanto Says:

    bung,

    kalo mau ke chicago lagi, kirim kabar. biar bisa nitip. btw, dulu ada guyonan: chicago itu cikini, kalipasir, gondangdia…he..he..

  2. philips vermonte Says:

    yus, kemarin waktu ke India, lo juga borongan buku kan? Kabarnya New Delhi juga banyak pasar second-hand book yang asik-asik…

  3. yus ariyanto Says:

    sempat lihat-lihat sebentar. tapi, gak sempat beli. pertama, waktunya meffeeet banget. kedua, amanat beberapa orang juga “membebani.” ada yang pesan sari, sekaligus sama isinya…kacau…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: