Ngabuburit dan Sepakbola Anak-anak

Kalau puasa di Jakarta, pasti banyak acara buka puasa bersama, bareng teman-teman kuliah, keluarga, kantor, atau macam-macam lah.

Di sini paling kita ke toko buku, menghabiskan waktu siang. Entah di Borders atau Barnes & Noble. Pulang ke rumah sore menjelang buka.

aaasalman1.jpg
Atau kali ini kebetulan liga sepakbola anak-anak di Dekalb sudah berjalan. Lumayan menghabiskan waktu di tengah musim yang lagi berganti dan semakin dingin dari hari-ke hari. Anak saya yang puasa jadi sibuk dengan aktifitas sepakbola. Baguslah.

Seru juga liga sepakbola ini. Anak-anak yang ikut banyak sekali. Mereka dibagi dalam tim-tim berdasar kelompok umur. Tiap tim punya jadwal latihan masing-masing. Tim-nya Salman berlatih tiap Selasa sore selama satu jam, mulai jam 5.30. Buka puasa jam 6.40 sore. Dia ternyata kuat puasa, padahal ada pelajaran olahraga tiap hari di sekolah. Jam sekolahnya juga panjang, masuk jam 9 pagi pulang jam 4 sore. Sekarang ditambah lagi berlatih sepakbola setiap hari Selasa, plus hari Sabtu pertandingan.

abiru1.jpg

Tim-tim sepakbola ini bertanding tiap hari Sabtu pagi. Menurut jadwalnya, ada 12 pertandingan, karena ada 12 tim untuk kelompok umur dia (7-10 tahun). Yang seru, tim perempuan juga banyak. Anak-anak perempuan itu pintar-pintar main bola, tendangannya keras-keras dan larinya kencang. Memang Amerika Serikat adalah juara dunia sepak bola wanita, kalau tidak salah sudah tiga kali berturut-turut. Saya yakin salah satu sebabnya adalah persamaan gender. Perempuan main sepakbola adalah hal biasa di sini, mulai dari anak-anak sudah dibiasakan. Saya tidak melihat anak-anak perempuan itu canggung bermain bola. Terlihat sama saja seperti anak-anak laki-laki bermain bola.

Tim-nya Salman performance-nya lumayan. Dari 5 kali pertandingan yang sudah dijalani, mereka baru kalah satu kali. Mereka kalah lawan tim berkaos kuning. Tim kaos kuning lawannya itu besar-besar badannya, mungkin rata-rata sudah berumur 10 tahun semua (umur maksimum di kelompok umur ini). Lagipula, dari cara mainnya terlihat bahwa mungkin mereka sudah ikut liga dan latihan juga tahun lalu. Sementara, tim Salman yang berkaos biru, semuanya anak-anak kelas satu atau dua (umur 7 atau 8 tahun). Dan hampir semuanya baru ikut tahun ini, artinya baru pertama kalinya main bola dalam tim. Belajar dari nol.
Untungnya, coach-nya Salman bagus. Dia menekankan teamwork, jadi mereka selalu dituntut untuk mengoper bola dari kaki ke kaki. Jadi bolanya mengalir dari pemain bertahan dibelakang, hingga penyerang di depan. Mereka juga diajar bertahan dengan disiplin menjaga wilayahnya.

Saya perhatikan, anak-anak itu cepat mengerti perintah coach-nya. Mereka jadi akrab sekali satu sama lain, saling mengingatkan untuk saling mengoper. Tidak heran kalau mereka selalu menang dengan skor banyak (kecuali waktu kalah 5-3 lawan tim kuning itu). Tim lain (juga tim kaos kuning itu) saya lihat tidak diajar begitu. Rata-rata hanya mengandalkan anak yang pintar main bola.

anak-anak1.jpg

Hal lain, liga ini juga menyediakan program untuk anak-anak balita. Mulai dari umur 4 tahun sudah bisa ikut. Di kelompok umur ini, anak laki-laki dan perempuan dicampur. Targetnya cuma agar mereka bisa menggiring bola ke arah yang benar, alias ke gawang lawan…he..he..

Kegiatan ini gratis (yang kaya, ya bayar, tapi saya kan mahasiswa…he..he). Semuanya diurus oleh organisasi volunteer yang namanya AYSO (American Youth Soccer Organization). Rasanya bosan mengulang-ulang lagi (sudah ada dua posting tentang ini di blog saya), tapi memang ini yang saya tangkap di sini: voluntarisme adalah basis dari kuatnya masyarakat madani dan demokrasi di Amerika

5 Tanggapan to “Ngabuburit dan Sepakbola Anak-anak”

  1. ewink Says:

    Di depok juga ngabuburit enaknya main bola dan berbuka dengan es kelapa muda. Tapi sayang sekarang lapangan bolanya banyak berubah jadi rumah dan jalan raya.

  2. missdayeuh Says:

    hehe.. ngga papa koq mengulang2… biar kita pada ngeh soal “voluntarisme” tsb.

    oh ya, selamat berpuasa ya….

  3. budi Says:

    salam kenal…
    saya lagi tertarik dengan voluntarisme. Entah ya, apa yang beda, yang saya rasakan, di Indonesia voluntarisme cenderung bikin ‘bangkrut’, he…^_^ kali karena masih personal ya sifatnya…
    (HI’er, Unpad, 04)

  4. Sofie Says:

    Wah, bacaannya sama kaya saya, Deltora Quest, hehehe..favoritnya anak-anak juga di sini. Soccernya masuk U berapa? Barangkali kita bisa ketemuan kalo ada turnamen. Si sulung di sini masuk U12, setiap weekend ada game di kota2 skt sini. Maaf lahir batin dan salam buat anak-anak ya…

  5. philips vermonte Says:

    Mbak Sofie, dia masuk U-8. Sama-sama, maaf lahir batin. Salam juga buat keluarga dan teman-teman di Urbana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: