Tiga Agama Satu Tuhan

Ramadhan datang lagi. Koran kampus Northern Star yang diterbitkan mahasiswa kampus saya NIU hari Jumat kemarin menampilkan dua berita yang oleh redaktur koran mahasiswa itu ditempatkan persis bersebelahan. Yang satu judulnya “Jewish, Muslim students prepare for holidays”. Berita satu lagi judulnya “ Islam’s Ramadan begins next week”.

Berita pertama mengabarkan bahwa mahasiswa Muslim dan Yahudi sedang bersiap-siap memasuki hari-hari sucinya. Ya, tahun ini Ramadan dimulai hampir tepat bersamaan dengan perayaan Rosh Hashanah, perayaan tahun baru Yudaisme, agama Yahudi. Tradisi Rosh Hashanah sepertinya sama dengan Idul Fitri. Yang disebut Rosh Hashanah dimulai setelah matahari terbenam hari Jumat, hingga malam hari Minggu. Selama tiga hari itu, mereka berkumpul bersama keluarga, sehingga ada juga tradisi mudik seperti kita saat Lebaran setelah puasa Ramadan di Indonesia.

Setelah tiga hari Rosh Hashanah, selama sepuluh hari berikutnya adalah hari-hari saling memaafkan, dimana mereka berusaha minta maaf secara langsung kepada orang-orang yang pernah mereka rugikan atau yang pernah dilukai perasaannya. Setelah selesai sepuluh hari itu, tanggal 1 Oktober adalah hari raya lain lagi, namanya Yom Kippur. Hari itu adalah hari urusan ‘vertikal’, minta ampun pada Tuhan, setelah minta maaf ‘horizontal’ pada sesama manusia dilakukan selama sepuluh hari sebelumnya. Hal ini sepertinya tidak berbeda dengan ajaran Islam: Tuhan tidak memaafkan kesalahan kita terhadap orang lain, kecuali setelah kita meminta dan mendapat maaf secara langsung dari orang yang bersangkutan.

Berita yang kedua, isi seluruhnya tentang Ramadan. Northern Star mewawancarai wakil-wakil dari Muslim Student Association-nya NIU. Tentang puasa Ramadan, apa hakikatnya, dan bagaimana puasa Ramadan dijalankan, serta tentang Idul Fitri. Sekalian dimuat pengumuman aktifitas Ramadan yang akan dilakukan MSA di kampus kami, namanya fast-a-thon, yang di dalamnya akan ada pengumpulan dana, dan mungkin juga buka puasa bersama yang turut mengundang mahasiswa dan para profesor yang non-Muslim untuk hadir. Tradisi semacam ini banyak dilakukan di kampus-kampus lain di Amerika. Ada teman di Stanford Uni tahun lalu menceritakan bagaimana banyak anggota komunitas kampusnya yang non-Muslim yang hadir dalam acara buka puasa bersama yang diadakan beberapa kali selama Ramadan tahun itu. Malah ikut puasa juga.

Saya baca penulis dua berita ini adalah reporter Northern Star dari desk yang mereka namakan diversity beat. Rupanya, Northern Star punya desk khusus untuk masalah-masalah diversity. Salah satu hasilnya, ya berita bersebelahan mengenai hari-hari suci dua agama itu, yang di berbagai tempat lain di dunia terlibat konflik tiada henti turun temurun.

Rupanya koran mahasiswa kampus saya ini memiliki komitmen untuk menjadi public space, tempat keberagaman dirayakan. Membaca dua berita itu menyejukan, mengalahkan potensi emosional dari dua tulisan lain, yang juga dimuat oleh Northern Star hari itu juga. Yang pertama tentang berkumpulnya 1000 orang ulama dan intelektual Muslim di Pakistan menuntut agar Paus Benedict XVI dicopot dari ke-Paus-annya setelah ceramah kontroversialnya di Jerman beberapa waktu lalu. (hmm….sepertinya menuntut komunitas agama lain untuk mengganti pemimpinnya terlalu berlebihan…)

Berita satu lagi sebetulnya adalah surat pembaca, tetapi cukup panjang. Penulisnya memprotes koran Northern Star yang sebelumnya mengkritisi juga Paus Benedict XVI atas pernyataan kontroversial di Jerman itu. Penulis surat pembaca itu menganjurkan redaktur Northern Star untuk membaca lengkap ceramah Paus Benedict XVI, yang katanya berisi juga kritik keras Paus terhadap Barat, dan artinya otokritik terhadap Kristen/Katolik.

Well, saya lebih tertarik pada co-existence, hidup damai berdampingan. Seperti dua berita bersebelahan di Northern Star tentang Rosh Hashanah – Yom Kippur dan Ramadan – Idul Fitri itu.

Omong-omong soal co-existence, di Chicago ada sebuah jalan di daerah Devon, dimana toko-toko daging halal berada. Uniknya, jalan di Devon itu tidak hanya menjadi tempat adevon.jpg

toko-toko penjual daging halal milik dan untuk komunitas Muslim. Ada banyak juga toko-toko daging ‘halal’ milik dan untuk komunitas Yahudi, alias kosher (orang Yahudi tidak sembarangan makan daging). Selain toko daging, juga ada banyak restoran shabiha (daging halal) milik Muslim, dan banyak restoran daging kosher yang dimiliki dan dikunjungi orang Yahudi. Lebih meriah lagi, ada juga toko-toko India (Hindu?), mulai dari toko kain, restoran dan barang-barang kelontong ala India. Toko-toko dan restoran dari komunitas agama dan etnik berbeda ini terletak berdampingan sepanjang jalan di Devon.

Sekali waktu di Devon, saya berjalan melewati sebuah restoran yang hanya menyediakan daging dari kosher milik orang Yahudi. Di etalasenya dipasang sebuah poster besar. Saya berhenti di depan etalase untuk membaca poster itu. Lewat poster itu si pemilik restoran mengecam Israel atas segala tindak tanduknya terhadap Palestina. Ada banyak juga memang orang Yahudi yang tidak suka dengan Israel.

Yahudi memang tidaklah identik dengan Israel. Israel adalah entitas ideologi yang lahir dari gerakan politik Zionisme, sementara Yahudi adalah atribut etnik-relijius. Kita toh tidak bisa memilih apakah akan terlahir sebagai orang Yahudi atau orang Jawa, misalnya. Tapi tentu kita bisa memilih untuk tidak setuju dengan pilihan politik tertentu seperti Israel itu. Karena, sekali lagi, Israel adalah konsep mengenai sebuah entitas ideologi politik. Malah ada gerakan Yahudi Amerika, namanya Not In Our Name. LSM Yahudi Amerika ini sangat tidak setuju pemerintah Israel yang sepertinya selalu mengatasnamakan agama Yahudi. Soal ini, mereka yang mendalami studi social movement tahu bahwa Amerika memiliki banyak case menarik untuk bahan studi karena kultur partisipasi politik yang tinggi melahirkan beragam jenis kelompok kepentingan (interest group).

Kembali ke Devon, di sana dengan mudah ditemui pemandangan unik. Ulama bersorban dan berjanggut panjang lalu lalang, berpapasan adem ayem dengan rabi-rabi Yahudi dengan topi tinggi dan jas hitamnya, juga dengan janggut panjang (waktu masih gandrung dengan bacaan-bacaan kiri selagi kuliah di Bandung dulu, teman-teman sering bercanda bahwa Karl Marx juga patut dianggap sebagai nabi karena Marx juga berjanggut panjang…he..he). Islam, Kristen, Yahudi sejatinya adalah agama Ibrahim yang monoteis. Saya jadi ingat sebuah buku terbitan Mizan yang membahas ini. Judulnya adalah “Tiga Agama Satu Tuhan”.

23 Tanggapan to “Tiga Agama Satu Tuhan”

  1. Babe Says:

    Wah lip tulisannya jadi ngingetin gue akan beberapa pertanyaan gue yg lama tersimpen di jidat.

    Kenapa ya kita (muslim) di ajarkan utk membenci kaum Yahudi? Dari SD ampe tuwek juga selalu aja kalo yahudi ini selalu digambarkan dgn licik dan wajib ditumpas. Gue juga berpikiran gitu dulu sebelum kenalan dgn para yahudi ini. Dulu waktu sekolah, gue ada kenal dgn seorang mahasiswa yahudi dan seorang profesor yg yahudi banget karena sering pake kupluknya itu. Kayaknya manusia normal2x aja. Malah 2 taon lalu saking penasarannya gue masukin anak gue les berenang di jewish community center, gue perhatiin orang2xnya juga sama aja, normal dan ramah2x juga, skrg sih udah keluar karena mahal aja. Apakah sama yahudi identik dgn licik dan orang padang yg identik dgn pelit?

    Gue bingung gimana duduk perkara sebenarnya, bukan mau ngebelain para yahudi, tapi kalo disuruh benci juga kudu ada alasannya yg pas. Apakah ini semua gara2x buku Protocols of the Elders of Zion? Yg lucu lagi gue sempet dikirimin ama temen gue yg cukup garis keras suatu website yg membeberkan konspirasi2x yahudi di dunia ini, nah setelah iseng2x browsing, website ini ternyata juga jadi referensi di websitenya Klu Klux Klan utk menghujat yahudi. Wah, masak kita jadi samaan ama KKK ya. Gue juga pernah baca kalo gurunya arafat pernah diundang ke jerman sama tangan kanannya Hitler karena kesamaan visi ttg anti semitism..wah jadi tambah bingung. Orang kristen juga benci ama yahudi, waktu film passion of the christ muncul juga gereja deket rumah gue bannernya jews kill christ…yahudi dibenci dimana2x. Sepertinya kesalahan nenek moyangnya harus ditanggung oleh anak cucunya sekarang.
    Mohon pencerahan.

  2. Rizki Ananda Says:

    Wah kang phillips,pas banget euy temen2 SAInS di kampus mau bikin diskusi tentang Yahudi juga.salah satu tujuannya adalah memberikan pencerahan akan BEDA israel dan yahudi. tentu kita kaitkan dengan studi HI. Cuma lagi nunggu nih kecaman dari temen2 KMPM (hehehehe). Tahun lalu kita bikin diskusi “Marxism: Still Relevant” dan kita disamperin ama temen2 KMPM. Mereka protes acara ini digelar pas bulan ramadhan (justru itu maksudnya, kritik) Kita2 sempet di Cap Kiri di depan mahasiswa baru hahahahah kayak Orba ajah…
    BTW kang phillips sudah nonton VCD diskusi Pluralisme Dalam Perspektif Islam?isinya diskusi pak Jalalludin Rahmat dengan seorang ulama yang digelar di IAIN Sunan Gunung Djati. Isinya cukup bagus. Saya rasa bung Babe perlu nonton juga karena salah satu materi yang disampaikan oleh pak Jalal adalah Islam tidak membenci Yahudi. Islam mengakui Pluralisme kok. itu yang bikin panas dalam diskusi di IAIN karena ternyata sang ulama tidak terima, namun bantahannya tidak nyambung (hehehehe). Kebetulan saya punya CD nya, bila tertarik bung Babe bisa menghubungi saya, nanti saya kirimkan (No charge kok, hitung2 bulan puasa berbagi ilmu)
    Buat kang Phillips, E-mail saya tentang mencari pembicara diskusi Yahudi itu sampai gak kang? ada Rekomendasi pembicara? salam dari rekan2 di Jatinangor, kalo pulang lagi ke Indonesia jangan lupa singgah ke kami. kita gelar lagi diskusinya.heheheh

  3. Babe Says:

    Makasih banyak mas Rizki atas tawarannya. Kalo filenya bisa dikirim ke e-mail bisa dikirim ke ranindhito@gmail.com. Tapi kalo mau dikirim lewat pos, mohon e-mail saya utk alamatnya.
    Sekali lagi makasih banyak ya.

  4. HARUN Says:

    Saya pengen tahu aja blognya, abis ada “iklannya” di milis. eh gak tahunya ada tulisan ini yang bagus. Saya jadi inget sama tokoh islam asal mesir, yang mengungkapkan “bagaimana nilai-nilai islam diterapkan di barat”. Beruntung dech kak philip bisa menyaksikan nilai-nilai itu.
    sekalian dech buat babe saya mo bilang, kita (islam) gak diajarkan membenci ras tertentu (yahudi) tapi perbuatannya aja kali cuma mungkin caranya aja yang kurang tepat.
    Selamat menjalankan ibadah puasa. Gimana puasa di luar sana, sangat berat ya?

  5. siska Says:

    [QS 2:62] “Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

    Menurut saya, agama apapun itu mempunyai perhitungan tersendiri di hadapan Tuhan. Saya punya keyakinan, yang agama KTP nya Islam belum tentu masuk surga, dan juga yang agama KTP nya kristen, Budha, kong hu chu semua berhak masuk surga, sesuai dengan perhitungannya tersendiri di hadapan Tuhan.

    Sebab Tuhan nggak liat apa yang ada di KTP, tapi liat apa yang ada di hatinya..jangan2 yang ada agama uang, agama kekuasaan, agama popularitas, humm.. pendeknya kita nggak bisa merasa lebih berhak masuk surga gara-gara agama yang kita peluk.

    Nah, wilayah menjadi berbeda, saat agama menaut dengan ambisi kekuasaan . Agama turun jadi salah satu rangkaian nilai sosial-masyarakat. Disitu, kita bisa menilai salah benar sesuai dengan nilai2 yang berlaku dalam masyarakat .

    Misalnya pelanggaran HAM, terorisme, dll. Yang terjadi Palestina, penculikan anggota parlemen, pembunuhan anak2 oleh tentara-tentara Israel, adalah pelanggaran HAM, yang dilakukan oleh Imam Samudra dan kawan2 yang membunuhi turis yang sedang “having fun” di Bali adalah terorisme, yang dilakuan oleh missionarisme katolik dengan mengajak orang miskin masuk katolik dengan sebungkus mie adalah pemaksaan keyakinan, Dan ketiga-tiganya harus dihukum karena semua adalah kejahatan kemanusiaan. Sah, berdasar dan meyakinkan.

    Kita juga berhak (kalau mau) berteriak tidak adil saat Israel tidak diberi sanksi PBB saat serangannya ke Lebanon, atau Iran yang diancam diberi sanksi hanya karena ketidakjelasan “enrichment” nuklirnya. Atau juga menghujat Amerika karena menyerang Irak akibat delusional mereka ttg senjata pemusnah massal atau juga missi menguasai jalur minyak. Atau kelicikan Amerika yang kelewatan melalui IMF dan Bank Dunia. Sebab itu semua memang tidak adil. Akibat cuma satunya super-power di dunia ini. Dan PBB yang nggak berfungsi karena emang sejarahnya didirikan sama pemenang2 perang dunia kedua (apa perlu perang dunia ke tiga untuk melakukan penataan dunia baru?)

    Makanya nggak aneh kalau gerakan politik Islam, banyak bergabung dengan gerakan kiri, di Eropa untuk menentang unilateralisme Amerika plus Israel, hal yang amat wajar. Sebab Islam, yang dalam salah satu dimensi penafsirannya adalah satu entitas politik (read: mempunyai ambisi kekuasaan), juga merasakan getahnya unilateralisme Amerika, dan banyak kalangan Islam juga yang mereaksi unilateralisme Amerika plus Israel ini dengan gaya radikal yang sebanding. (ini mengutip logika pikirannya Imam Samudra, di buku yang dia tulis, yang..ah aku lupa judulnya)

    Walaupun sebenarnya Islam, merujuk ayat diatas adalah agama yang amat damai dan demokratis. Aku belum nemu di agama yang lain, yang di ayat kitab sucinya juga mencerminkan pengakuan terhadap eksistensi agama2 lain.

    Nah bagaimana Israel sebagai ide dan gerakan politik? merindukan Tanah yang dijanjikan? dan tau-tau menerobos tanahnya orang Palestina? memang kasian orang nggak punya kampung halaman, tapi bukan berarti menerobos tanah orang seenaknya kan? Itu adalah pelanggaran HAM dan harus dihukum.

    Tapi kalau orang Yahudi nya sendiri? seperti juga orang mu’min, nasrani, shabi’in… .kalau mereka benar2..beriman dan beramal shalih..tidak ada kekhawatiran di hadapan Allah.. :))..

  6. Widya Says:

    Ass. wr.wb.
    Salam sejahtera
    Om swasti suastu
    Dear Bung Philip,

    Pertama-tama, selamat menjalankan ibadah Shaum Ramadhan (kalau Bung Philips sedang shaum).

    Menarik cerita Anda tentang perbedaan antara Yahudi dan Israel itu. Saya kira analogi tersebut bisa disematkan pada Islam-Negara Islam, menurut versi saya tentunya, karena menurut temen2 HT Negara Islam adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran agama Islam.

    Buat saya, Islam sebagai “jalan hidup” bersifat privat, meskipun dakwah Islamiah oleh rasulullah bersifat publik. Tetapi barangkali konteks ajaran beliau saat itu berhadapan dengan situasi dimana wilayah publik demikian “jahiliyah-nya” sehingga Islam selain menjadi wilayah privat menjelma pula menjadi wilayah publik, dimana masyarakat Arab saat itu memang perlu memiliki “aturan hidup” atau “aturaan bersosial”. Saya kira ajaran beliau menjadi salah satu masterpiece yang pernah ada dalam sejarah manusia, dalam hal ini saya meyakini bahwa beliau mendapat tuntunan transenden dari yang maha tak bertepi.

    Saya juga senang dengan datangnya Ramadhan, paling tidak umat-umat beragama (Islam) selama satu bulan bertransformasi menjadi para “pandita” menjadi para “biksu dan biksuni” melakoni hidup kepanditaan, kesufian guna merenungkan betapa selama ini Islam sebagai “jalan hidup” demikian telah jauh mereka tafsirkan, mereka intepretasikan. Kerelatifan manusia dalam memaknai pesan-pesan Al-Qur’an hendaknya menjadi semakin tersadarkan pada bulan mulia ini.

    Saya berharap, perilaku “kaffah” tidak hanya dimaknai dengan keukeuh mendirikan daulah islamiyah, menjalani ibadah haji, shalat tarawih dan shalat-shalat wajibnya. Kaffah juga berarti menghentikan sikap aniaya, dzalim terhadap sesama manusia dan alam semesta, menghindari sikkap hidup korupsi, membabi buta dalam mengeksploitasi alam, memfitnah sesama, gelap mata, bersikap keras dan bertindak anarkis dan kekerasan hanya karena kesalah fahaman.

    Mari Bung, rebut kembaali (kayak judul lagu ye..?)
    fitrah manusia selaku makhluk Tuhan.. mari kita teladani nilaip-nilai hakiki Islam yang diajarkan Muhammad SAW (dan ahlul bayt-nya.. :)

    Wassalam,

    papanya Haydar Alfarabi

  7. philips vermonte Says:

    wah ramai juga yang mengunjungi posting ini. Thanks guys…saya sebetulnya nggak bermaksud membawanya menjadi diskusi agama, tapi thanks buat yang sudah kasih perspektif agama soal Yahudi ini….
    Si Babe akhirnya muncul lagi, udah kelar ujian bos? Rizki kalo mau kirim rekaman diskusi Kang Jalal ke Babe, bisa mahal tuh. Dia sekolah di Denver…he..he.
    Bung Widya, kangen nih sama tulisan-tulisan ente. Bikin blog lah bung
    Harun ini yang dulu biasa dipanggil Black bukan?..he..he. Kalau iya, saya yang harus panggil kakak, bukan sebaliknya…ketemu lagi kita…soal puasa, sama ajalah dimana-mana…
    thanks semuanya…sorry, reply nya sapu jagat aja…

  8. Thamrin Says:

    Thanks Phillips, sudah melongok Blog saya. Sebenarnya saya sudah kenal anda sewaktu sama-sama diskusi soal Globalisasi di YLBHI dahulu. Tapi nggak apa-apa juga, salam kenal kembali.

  9. alee Says:

    Untuk siska saya kutip lagi comment nya boleh yaa :) :

    [QS 2:62] “Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

    …, dan juga yang agama KTP nya kristen, Budha, kong hu chu semua berhak masuk surga, sesuai dengan perhitungannya tersendiri di hadapan Tuhan. —->

    menurut ayat di atas, pernyataan siska tsb bisa saja terpenuhi asalkan ketiga syarat yg terdapat di surat QS 2:62 itu terpenuhi ( dan bisa gugur bila salah satu syarat tidak terpenuhi karena di ayat tsb tidak menggunakan kata “atau” ), yaitu :

    1. siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah
    2. beriman kepada hari kemudian
    3. beramal saleh.

    pertanyaan : sudahkah syarat no.1 terpenuhi ? kepada Tuhan yang manakah mereka beriman ? Sudah kah benar-benar hanya kepada Allah ?

    Surga dan Neraka hanya lah dengan rahmah Alloh saja, kekuasaan mutlak yang hanya milik Alloh. Sedangkan kita manusia memang tidak punya wewenang mengklaim keber-hak-kan kita akan surga. Di lain pihak, Alloh sudah memberi tuntunan bagaimana meraih syurga nya… di antara nya dengan ke-3 syarat tsb di atas.
    Dalam ayat di atas juga tidak digunakan kata agama Yahudi, agama Nasrani, agama Shabiin… tetapi digunakan kata “orang-orang”.

    Karena sekali lagi Alloh sudah menuntun kita dalam [QS 3:19] : “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.. ”

    Alhamdulillah bagi kita yang mendapat hidayah untuk ber-Islam.
    Semoga rekan-rekan yang belum, bisa mendapatkan hidayah Alloh untuk kembali kepada Islam – agar tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati seperti yang dijanjikan Alloh di [QS 2:62] di atas.

    Buat Pak Philip, judulnya aja sudah “berbau” agama, jadi ya kita-kita jadi diskusi agama deh :)

    and Pak Philips wrote : Islam, Kristen, Yahudi sejatinya adalah agama Ibrahim yang monoteis. Saya jadi ingat sebuah buku terbitan Mizan yang membahas ini. Judulnya adalah “Tiga Agama Satu Tuhan”.

    Hmmm… 3 agama 1 Tuhan ?
    Bagaimana dg [QS 3:19] di atas ?
    Bagaimana dengan orang-orang di luar yang disebutkan 3 tsb ? Siapa Tuhan nya ?

  10. Sofie Says:

    Setuju banget…and I love Devon. *OOT*

  11. Remo Harsono Says:

    A bit different perspective:

    http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3607&Itemid=55

  12. maya Says:

    hehehehehe

  13. zfath Says:

    Mo nanya pak, Not In Our Name itu punya hubungan dg Neturei Karta nggak ya?

    Salam.

  14. Clara Angela Says:

    mas,saya sebagai penganut agama Nasrani pernah “gak sengaja” baca sebuah buku di perpustakaan. ada kalimat kayakgini. “Sesunggunya agama Nasrani dan Yahudi tidak akan puas sebelum kamu mengikuti agama mereka”?(dikutip dari aL-Quran). Yang pasti di agama kami gak pernah diajarin buat ngebenci sesama. Tapi pendapat 3 agama satu Tuhan patut buat dibahas. Karena di kitab kami juga ada ayat yang lumayan mirip dgn ayat al-quran [QS 2:62],yaitu
    “Aku menyelamatkan kamu karena imanmu”. =maaf kalau ada kesalahan kata=

  15. philips vermonte Says:

    Clara, ayat yang disebut itu sudah sering dibahas dan di diskusikan. Saya bukan ahlinya soal tafsir menafsir, tapi seingat saya ayat itu punya konteksnya sendiri karena dia turun bersama ayat lain (bukan sepotong seperti yang Anda/buku itu kutip), dan dalam kejadian khusus. Kalau tertarik soal-soal begini, coba subscribe ke milisnya teman-teman Jaringan Islam Liberal (JIL) di islamliberal@yahoogroups.com. Di archive-nya milis itu pasti banyak diskusi mengenai ayat itu. Di milis itu juga banyak diskusi soal ke-Kristen-an. Seperti ada banyak pertanyaan tentang Islam, juga ada banyak pertanyaan tentang Kristen. Milis itu tempat yang pas untuk mendiskusikannya. Tapi ya itu, agama-agama monoteis ini datang dari garis keturunan yang sama, Ibrahim. Thanks sudah mampir.

  16. hadi Says:

    syaiton,…Segala sesuatu yang tidak diajarkan , di contohkan oleh Nabi Muhamad SAW,oleh Sahabat2 Beliau SAW,..adalah sesat
    Manalah ada orang yang tidak meyakini islam ,..dengan Bersyahadat ikhlas dapat menjadi tempat sharing dalam masalah agama,..apalagi menjadikan dia sebagai guru agama Islam,..mana Bisa orang yang mengingkari Allah sebagai satu-satunya dzat yang wajib disembah dan nabi Muhamad SAW sebagai utusanNya dapat mengenalnya,KEPALSUAN DIATAS KEPALSUAN ,..KEPALSUAN YANG PALING PALSU SAMPAI TIDAK ADA LAGI KEPALSUAN,..ADALAH ANDA ( PHILIP, DAN ORANG2 YANG ADA DI BELAKANG ANDA, SEPAHAM DENGAN ANDA DAN YANG MENYEBARKAN PAHAM SEPERTI INI),..PENDANGKALAN AGAMA ISLAM YANG SEDANG ANDA DAKWAHKAN SATU SAAT AKAN TERHENTI JUGA,..DENGAN HIDAYAH DARI ALLAH SWT,. (SEMOGA ANDA NANTI MENDAPATKANNYA DAN DIKEKALKAN DALAMNYA SAMPAI MATI),..ATAU DENGAN AZAB KEHANCURAN ANDA YANG DIPERCEPAT

    AMIN,..AMIN,..AMIN
    YA ALLAH,..TERIMALAH DOA HAMBA MU YANG LEMAH DAN AHLI MAKSIAT INI

  17. philips vermonte Says:

    “Manalah ada orang yang tidak meyakini islam ,..dengan Bersyahadat ikhlas dapat menjadi tempat sharing dalam masalah agama,..apalagi menjadikan dia sebagai guru agama Islam”

    @hadi, kalau kalimat diatas bung tujukan pada saya, maka saya ingin katakan saya tak hendak menjadi guru agama. Wong saya ama seperti anda (yang anda akui), lemah dan banyak dosanya. Kalau kalimat itu bukan ditujukan ke saya, ya ndak apa. Bagaimana yang membaca saja menafsirkannya.

    Bung pasti pernah mendengar ” Tuhan bersama orang yang sabar”. Jadi, jangan galak-galak lah. Nabi Muhammad lemah lembut perkataannya, dan selalu mendoakan orang lain (bahkan musuhnya) dengan kata-kata kebajikan. Bung juga pasti pernah mendengar ungkapan Imam Ali bin Abi Thalib k.w: “Hikmah adalah milik setiap muslim yang hilang, ambil dimana saja engkau temukan”.

    anyway, salam kenal dan thanks sudah berkunjung ke sini

  18. Toni Says:

    SATU TUHAN SATU AGAMA

    Dalam forum Dialog antariman di Hotel Sahid Jaya, Alwi Shihab mengatakan bahwa banyaknya agama di dunia ini merupakan kehendak Allah semata, seperti tersirat dalam surat Al Hajj/22:40: “… kalau tidak karena perlindungan Alh kepada manusia antara sebagian mereka dengan sebagian yang lain, niscaya sudah dirunttuhkan biara-biara, gereja-gereja, sinagog-­sinagog, dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah …”. Tujuan penciptaan agama yang beragam itu, kata Alwi seraya mengutip surat Al Maidah/5:48 [Jika Allah mengendaki maka akan menjadikan umat ini satu ….] agar manusia bebas berlomba-lomba dalam kebaikan sesuai ajaran dan jalan terang (syirat atau manhaj) yang mereka pegang, dan dari situlah Allah bisa mencatat siapa saja manusia terbaik di atas dunia ini (Tekad, 8-14 Nopember 1999).

    Pernyataan Alwi Shihab tersebut, tentu saja aneh. Pertama, jika benar semua agama itu ciptaan Tuhan, mengapa ajaran-ajaran agama itu berbeda bahkan bertentangan. Misalnya, ajaran Katolik melarang keras perceraian sementara Islam membolehkannya. Ada konsep kasta-kasta di Hindu, sementara Islam mengajarkan kesederajatan. Lebih aneh lagi ketika Tuhan berbicara tentang dirinya pada berbagai agama yang diciptakannya itu dalam wujud yang berbeda-beda. Pada Hindu Tuhan berwajah Trimurti, pada Kristen Trinitas, dan pada Islam Tuhan itu Ahad. Betapa Tuhan sangat hipokrit! Tuhan punya banyak muka?

    Kedua, bukankah secara akademis, telah disepakati adanya dua penggolongan agama, yaitu agama samawi (langit), agama yang diturunkan Tuhan, dan agama tabiy (ardhi/bumi), agama ciptaan manusia (budaya). Dalam kategori ini, Yahudi, Nasrani, dan Islam masuk kelompok agama langit, sedangkan selebihnya Hindu, Budha, Konghucu, dan sebagainya adalah agama bumi. Jadi jelaslah bahwa tidak semua agama berasal dari Tuhan.

    Jika yang dimaksud agama-agama oleh Alwi Shihab, adalah tiga agama langit di atas, tentu perlu penjelasan yang utuh. Bukankah dua diantara agama-agama itu telah mengalami perubahan radikal lewat proses campur tangan manusia. Jika demikian masihkah dapat dikatakan sebagai agama ciptaan Tuhan? Di sinilah letak keanehan pendapat yang mengatakan bahwa agama-agama yang ada di dunia ini semua berasal dari Tuhan. Lantas bagaimana sebenarnya? Yang logis adalah Tuhan Esa hanya menurunkan satu agama. Dan agama itu adalah agama yang mengajarkan tauhid.

    Dan 25 Rasul yang diutus Allah, tidak ada satu pun yang mengajarkan konsep ketuhanan selain konsep tauhid. Ini dapat kita lihat misalnya dari seruan mereka: “Hai kaumku, mengabdilah kalian hanya kepada Allah, (sebab) tidak ada Tuhan bagi kalian selain Dia!” [Nuh: Al A’raf/7:59; Hud: Al A’raf/7: 66, Hud/11:50; Shaleh: Al A’raf/7:73, Hud/11:61; Syu’aib: Al A’raf: 65, Hud/11:841. Seruan seeupa juga dilakukan Isa (Ali Imran/3:50-51).

    Ajaran para rasul yang hanya menuhankan Allah itu, di kesempatan lain disebut sebagai ajaran Islam. Maka berkali-kali Allah menegaskan bahwa para rasul itu adalah seorang muslim [Ibrahlm (Ali Imran/3:67, AI An’am/6:121-123), Ismail, Ishaq, Ya’kub (A1 Baqarah/2:130-135), Isa dan pengikut setianya (Ali Imran/3:52, A1 Maidah/5:111)].

    Dengan demikian menjadi jelas bahwa dari zaman ke zaman Allah hanya menurunkan satu agama, yaitu agama tauhid. Agama tauhid itu memiliki ciri utama ketundukan dan kepasrahan hanya kepada Allah, Tuhan Esa. Oleh karena itu agama itu disebut Islam (dari kata aslama, menyerahkan diri).

    Agama tauhid ini secara estafet diturunkan dari satu rasul ke rasul lainnya; ditutup dan disempurnakan saat kerasulan Nabi Muhammad saw (Al Ahzab/33:4G). Jika pada kerasulan sebelum Muhammad saw, agama ini bersifat lokal (misalnya Hud bagi kaum Ad, Shaleh bagi kaum Samud, Luth untuk kaum Madyan, Musa untuk bani Israel [Bani Israel/17:2]), karena itu mungkin sekali punya nama lokal, misalnya Nasrani [berasal dari kata Nazareth, nama tempat asal kelahiran Isa], maka setelah kerasulan Muhammad saw, agama Islam bersifat universal (An Saba’/34:28) dan bahkan rahmatanlilalamin (Al Anbiya’/21:107).

    Diantara masa-masa itu, agama tauhid (Islam) pernah diselewengkan oleh umatnya, diantaranya di era Yahudi (Al Maidah/5:41, An Nisa/4:46) dan Nasrani. Penyelewengan terberat adalah perubahan konsep ketuhanan monoteisme menjadi politeisme. Atas penyelewengan ini, Al Qur’an memberikan koreksi; misalnya surat AI Maidah/5: 72-75 adalah bantahan terhadap ajaran Trinitas. Jadi sebenarnya telah tamatlah Islam era Yahudi atau Nasrani setelah diutusnya Muhammad saw.

    Jadi, memang Yahudi, Nasrani, dan Islam sebenarnya adalah agama-agama Allah. Tapi tiga itu bukan tiga melainkan satu yakni keseluruhan ajaran tauhid yang secara estafet dibawa rasul-rasul. Dan ingat, bukan Yahudi atau Nasrani yang sekarang.

    Meskipun Allah menurunkan Islam sebagai satu-satunya agama, tetapi Allah tidak “ngotot” agar seluruh manusia memeluk Islam (AI Baqarah/’2:256), sekalipun dengan kekuasaan mutlaknya, Allah mampu melakukan itu (Al Maidah/5:48). Ternyata Allah justru memberi kebebasan kepada manusia untuk berkreasi “menciptakan” agama, bahkan Tuhan, baru [apakah ini yang disebut kehendak Allah oleh Alwi Shihab; memang secara hakiki semua yang terjadi, termasuk perbuatan manusia, adalah kehendak Allah; jadi Allah juga berkuasa berkehendak untuk melindungi tempat ibadah agama-agama]. Agama-agama ciptaan manusia itu diberi hak hidup, dan pemeluknya juga bebas menjajankan segala ritualnya. Hanya saja agama Allah tidak boleh disamarkan atau dicampur-adukkan dengan agama ciptaan manusia. Itulah pesan penting surat Al Kafirun/109:1-6.

    Islam, dengan demikian, menghargai sepenuhnya keberadaan agama-agama lain sekaligus siap “berkompetisi” secara fair untuk membuktikan mana yang terbaik. Persoalannya, adakah yang lebih baik dari ciptaan Allah.

  19. Reni Rahmayani Says:

    to Remo Harsono, thanks untuk linknya

    http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3607&Itemid=55

    bwat yg lain gw anjurin bwat cross check

  20. nant's Says:

    soal yahudi cuma bikin gue inget ungkapan, “Big Headed kamu yah?!? Turunan siapa kamu?” hahaha itu keluar dari mulut dosen gue karena dia terpojok pas gue tanya, “jadi yang dimaksud “yahudi” itu suku bangsa atau sifat sih jadinya?” Dia bingung dan merasa gak bisa neglanjutin diskusi dalam forum kelas itu. Gue sih jadi kaget aja dengan reaksi itu.
    Pertanyaan itu muncul karena konteks yahudi yang dikecam selalu berkaitan dengan mengubah nash dan tidak mengindahkan wahyu. kalo mau dilebarin diskusinya jadi soal dosa umat alias doasa komunal gitu kali yah. Sampai dimana sebuah umat/komunitas dapat dikatakan bersalah karena tidak. kali loh yah!
    dalam konteks ke-Indonesiaan, kok ngelanturan gue bilang kita ini malah mirip dengan “yahudi” yang diberitakan oleh Al Qur’an itu. udah jelas korupsi itu menyusahkan orang banyak kok masih aja. agama dijadikan komoditas politik, yang laku pas menjelang pilkada. ato fenomena agama statistik dan komunalisme sempit hehehe segundah kegusaran agama yang malah menjadi patologis di negeri ini dibandingkan menjadi solusi dari keruwetan.
    kembali kepada soal yahudi itu, gue sih cuma ngelamun dalam sebuah wacana, bagaimana ketuhanan bisa bertemu dalam kemanusiaan. artinya yah ayat terakhir Al kafirun, ngono loh!
    loh kok mangkin ngelantur? hehehe
    sebelum the second big headedism keluar, KABUUUUR!!!

    Nant’S

  21. Remo Harsono Says:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Ashkenazi_Jews

  22. Asrudin Says:

    Judul tulisan ini mengingatkan saya sama judul bukunya Karen Amstrong.

  23. budimulya(HI UNPAS BANDUNG) Says:

    buat mas Babe dan semua rekan yang memang interest dengan pembicaraan mengenai Yahudi..

    menurut saya mas, pertanyaan mengenai kenapa kita diajarkan untuk mewaspadai yahudi dari kecil adalah mungkin benar adanya..dalam beberapa ayat Al-Quran yang kurang saya hafal, juga memang ada kalimat2 kurang lebih dimana kita (Umat Muslim) harus “mewaspadai” atau mungkin lebih baik g percaya perihal-perihal seperti perjanjian dengan yahudi, perkataan yahudi, dan seluruh tingkah laku yahudi dalam konteks interaksi..saya setuju dan yakin apa yang Al-quran katakan, karena beberapa kali israel (representatif dari yahudi) selalu melanggar perjanjian-2 dengan dunia ARAB, atau beberapa perjanjian sebelumnya (jaman nabi Muhammad / sahabat / dinasti2 islam)..
    padahal Nabi Muhammad SAW dan Islam, ketika berkuasa selalu melindungi bani israil ini dan melindungi hak2 nya. tapi,tetap saja mereka membenci nya (Nabi Muhammad SAW dan Islam).. (mungkin bisa anda baca dalam beberapa buku mengenai sejarah Islam atau lebih bagus lagi di Al-Quran untuk mengetahui pasti kebenarannya)..

    bukti yang kedua, apa yang dilakukan israel di palestine sekarang adalah contoh betapa kejamnya perlakuan terhadap umat muslim.
    bagaimana mereka bisa dengan leluasa menjatuhkan bom-bom curah yang mengandung fosfor putih buatan Amerika (yang termasuk Bom Nuklir termutakhir), peluru2 kendali, rudal2 canggih, di tanah Gaza, tanpa memandang target serangan. (mungkin anda juga tau melalui siaran telelvisi. di Indonesia, berita2 gaza ini disiarkan secara langsung, mas). sepertinya yang penting bangsa palestine, tidak peduli anak2, wanita, wartawan, dan penduduk sipil lainnya. dan memang betul, korbannya adalah mereka..mereka awalnya mengklaim “bahwa serangan ini untuk menghancurkan Hamas”. tapi setelah 3 minggu memborbardir Gaza, dan hanya bisa melumpuhkan kurang dari 1% saja korban dari tentara2 Hamas (jika dihitung dari jumlah tentara hamas yang diklaim mencapai 500rb orang), dan justru jatuhnya korban kebanyakan warga sipil, akhirnya klaim itu pun berubah menjadi “serangan ke gaza untuk melemahkan Hamas”. sepertinya tidak ingin malu di dunia internasional.
    intinya orang2 yahudi itu selalu mengelak ketika kalah dan terjepit..mereka adalah pembohong besar seperti halnya Amerika(bukti di Irak)..

    bagaimana mungkin Amerika dan Israel yang memposisikan diri sebagai pahlawan demokrasi, melanggar (bukti:perang Irak dan Gaza)konstitusi2 dalam perjanjian internasional yang mereka buat sendiri dari mulai konvensi Jeneva, HAM hingga ratusan lainnya yang katanya untuk menegakan demokrasi di dunia????

    lalu kenapa genoside yang dilakukan AS dan Israel tidak pernah diadili????

    jangan pernah menutup hati dan nurani kita yang diciptakan Tuhan untuk melihat sekelilingmu!!

    masa depan bangsa dan muslim dunia berada ditangan anda intelektual2 impor yang pastinya Insya Allah tidak lebih bodoh dari intelektual2 lokal!!

    dan mungkin ketika anda kembali ke indonesia, anda akan terkejut melihat wajah muslim indonesia yang sangat yahudi..mungkin saya termasuk didalamnya atau mungkin anda juga segera..dan saya selalu bertanya dalam hati, knp orang2 seperti Hugo Chavez dan Evo Morales, lebih Muslim dari pada pemimpin2 Arab atau Indonesia???

    Allah maha mengetahui tentang segala hal, maka akal & logika yang terbatas akan selalu kalah..Saya selalu Yakin akan hal ini..

    FREE PALESTINE, FREE IRAQ, FREE AFGHANISTAN, FREE INDONESIA, FREE WORLD FROM AMERIKA AND ISRAEL ZIONISM !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: