64 Tahun Paul McCartney

Di akhir tahun 1950-an, Paul McCartney (bersama John Lennon) menulis lagu berjudul “When I’m 64” yang kemudian menjadi salah satu hits the Beatles. Ketika menulis lagu itu, Paul dan John belum lagi berusia 20 tahun. Besok (18 Juni), Paul McCartney merayakan ulang tahunnya yang ke 64. Mungkin dia perlu merevisi lagu itu menjadi “When I’m 84”, karena masih banyak yang sepertinya dia bisa sumbangkan untuk dunia musik.

Ketika lagu itu ditulis, mencapai usia 64 tahun merupakan sesuatu yang agak luar biasa. Anggapan orang saat itu, di usia 64 seseorang sudah tidak lagi produktif dan mungkin tidak terlalu dibutuhkan lagi. Lirik lagu itu juga mencerminkan “kecemasan” yang hampir serupa:

When I’m 64
By Paul McCartney/John Lennon

When I get older, losing my hair, many years from now,
Will you still be sending me a Valentine, birthday greetings, bottle of wine?
If I'd been out 'till quarter to three, would you lock the door?
Will you still need me, will you still feed me,
When I'm sixty-four?

Hmm——mmm—mmmh.

You'll be older, too. Aaah, and if you say the word, I could stay with you.
I could be handy, mending a fuse, when your lights have gone.
You can knit a sweater by the fireside, sunday mornings, go for a ride.
Doing the garden, digging the weeds, who could ask for more?
Will you still need me, will you still feed me, when I'm sixty four?
Every summer we can rent a cottage in the Isle of Wight if it's not to dear. We shall scrimp and save.

Ah, grandchildren on your knee, Vera, Chuck, and Dave.
Send me a postcard, drop me a line stating point of view.
Indicate precisely what you mean to say, yours sincerely wasting away.
Give me your answer, fill in a form, mine forever more.
Will you still need me, will you still feed me, when I'm sixty four?

Sekarang, berpuluh tahun kemudian, banyak sekali orang berusia 64 atau bahkan lebih, yang masih sangat produktif dan independen. Profesor Sadli, ekonom senior kita yang berusia 80 tahun lebih itu, masih menyetir mobil Mercedes tua-nya sendirian, dari Jakarta ke Puncak. Tulisannya mengenai ekonomi Indonesia juga hampir rutin terbit di Koran Tempo atau koran lainnya. Beberapa senior di kantor saya juga hampir atau telah berusia 70-an tahun, masih fit dan tetap amat produktif menulis. Kalau sedang berbeda pendapat dalam meeting di kantor, suara mereka masih menggelegar, bisa terdengar jelas dari ruang rapat di lantai 3 hingga ke lobby di lantai 1 gedung CSIS. Makanya, kami-kami peneliti yang lebih muda sering merasa malu karena kalah spartan di banding mereka yang tua-tua itu.

Paul McCartney demikian juga. Dia tetap kreatif dan produktif hingga saat ini. Catatan produktifitasnya dalam menulis lagu sangat impresif, baik sebelum the Beatles bubar di awal tahun 1970-an ataupun di masa pasca the Beatles. Di penghujung usia the Beatles, dialah yang paling banyak menulis lagu, dibandingkan dengan John Lennon, George Harrison dan Ringo Starr. Lagu-lagu terakhir the Beatles itu tetap populer hinggga sekarang: Let It Be, Get Back, The Long and Winding Road dan juga Yesterday. Lagu Yesterday bahkan masuk ke dalam catatan Guiness Book of Records sebagai lagu yang memilik covered version terbanyak. Tidak kurang dari 3000 covered version lagu Yesterday tercatat hingga saat ini. Masih menurut Guiness Book of Records, Paul McCartney adalah musisi terpopuler dan paling produktif dengan 100 juta lebih singles yang terjual.

Pasca the Beatles, kreatifitas bermusik Paul McCartney tidak surut. Di tahun 1980-an, ada banyak lagu ciptaannya yang menjadi hits di seluruh dunia. Misalnya No More Lonely Nights, Ebony and Ivory bersama Stevie Wonder, dan The Girl is Mine bersama Michael Jackson. Juga ada lagu berjudul Live and Let Die yang dibuatnya untuk sebuah film James Bond. Live and Let Die belakangan dipopulerkan kembali oleh kelompok Guns and Roses dalam album Use Your Illusion yang dirilis dan meledak di tahun 1992 itu.

Paul McCartney menunjukan bahwa dengan atau tanpa the Beatles, dia tidak surut. Rasanya benar kata orang tua saya dulu: harta dan benda yang kita miliki bisa hilang atau dicuri, tapi tidak isi kepala kita. The Beatles bubar, Paul McCartney jalan terus dengan otak kreatifnya dalam bermusik. Mungkin kita masih bisa menantikan karya-karyanya yang akan datang. Soalnya, data statistik terakhir menunjukan angka harapan hidup rata-rata di negara maju (Amerika dan juga Inggris) telah meningkat, dari 47 tahun di awal tahun 1900-an menjadi 77 tahun di tahun 2000-an. Tidak lagi seperti tahun 50-an dulu..he..he. Kecuali Tuhan menghendaki lain, sepertinya Paul McCartney belum akan berhenti berkarya dan menghibur dunia.

Happy Birthday, Paul!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: