<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Otak Kita</title>
	<atom:link href="http://pjvermonte.wordpress.com/2008/05/28/otak-kita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pjvermonte.wordpress.com/2008/05/28/otak-kita/</link>
	<description>"Imagination is more important than knowledge" (Albert Einstein)</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jan 2009 03:40:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: antokboz</title>
		<link>http://pjvermonte.wordpress.com/2008/05/28/otak-kita/#comment-4251</link>
		<dc:creator>antokboz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 18:33:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pjvermonte.wordpress.com/?p=207#comment-4251</guid>
		<description>maen game bikin otak tenang &amp; senang 
http://indogamer.wordpress.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maen game bikin otak tenang &amp; senang<br />
<a href="http://indogamer.wordpress.com/" rel="nofollow">http://indogamer.wordpress.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Asrudin</title>
		<link>http://pjvermonte.wordpress.com/2008/05/28/otak-kita/#comment-4243</link>
		<dc:creator>Asrudin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 09:31:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pjvermonte.wordpress.com/?p=207#comment-4243</guid>
		<description>Bung Philips coba kunjungi blog saya di The Asrudian Center (Pusat Informasi Studi HI):
http://asrudiancenter.wordpress.com/

The Asrudian Center (TAC) digagas dan diwujudkan oleh Asrudin: pemerhati perkembangan studi Hubungan Internasional.  Asrudin menamatkan pendidikannya di IISIP Jakarta, jurusan Hubungan Internasional dan sedang merencanakan program S2. Bersama Mirza Jaka Suryana, Asrudin menyunting buku ”Refleksi Teori Hubungan Internasional” (akan terbit) yang berisi buah pemikiran ilmuwan-ilmuwan HI ternama luar dan dalam negeri, diantaranya Steve Smith, Reuss-Smith, Richard Price, Aleksius Jemadu, Subarno, Muhadi Sugiono, dll.,   

Web TAC ini dibuat dengan maksud memenuhi tuntutan akademik di tengah minimnya literatur HI di Indonesia. Didalamnya dapat ditemukan berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan studi Hubungan Internasional. TAC menyediakan artikel-artikel ilmiah ataupun buku yang berhasil di download dari berbagai sumber. Realisme, democratic peace, teori integrasi, teori kritis, posmodernisme/posstrukturalisme, konstruktivisme, english school, feminisme, mazhab Cina, dan poskolonialisme, semuanya dapat dilihat di TAC. Komen dan saran dapat ditujukan ke : d_asrudian@yahoo.co.id

Thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung Philips coba kunjungi blog saya di The Asrudian Center (Pusat Informasi Studi HI):<br />
<a href="http://asrudiancenter.wordpress.com/" rel="nofollow">http://asrudiancenter.wordpress.com/</a></p>
<p>The Asrudian Center (TAC) digagas dan diwujudkan oleh Asrudin: pemerhati perkembangan studi Hubungan Internasional.  Asrudin menamatkan pendidikannya di IISIP Jakarta, jurusan Hubungan Internasional dan sedang merencanakan program S2. Bersama Mirza Jaka Suryana, Asrudin menyunting buku ”Refleksi Teori Hubungan Internasional” (akan terbit) yang berisi buah pemikiran ilmuwan-ilmuwan HI ternama luar dan dalam negeri, diantaranya Steve Smith, Reuss-Smith, Richard Price, Aleksius Jemadu, Subarno, Muhadi Sugiono, dll.,   </p>
<p>Web TAC ini dibuat dengan maksud memenuhi tuntutan akademik di tengah minimnya literatur HI di Indonesia. Didalamnya dapat ditemukan berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan studi Hubungan Internasional. TAC menyediakan artikel-artikel ilmiah ataupun buku yang berhasil di download dari berbagai sumber. Realisme, democratic peace, teori integrasi, teori kritis, posmodernisme/posstrukturalisme, konstruktivisme, english school, feminisme, mazhab Cina, dan poskolonialisme, semuanya dapat dilihat di TAC. Komen dan saran dapat ditujukan ke : <a href="mailto:d_asrudian@yahoo.co.id">d_asrudian@yahoo.co.id</a></p>
<p>Thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: philips vermonte</title>
		<link>http://pjvermonte.wordpress.com/2008/05/28/otak-kita/#comment-4216</link>
		<dc:creator>philips vermonte</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 03:36:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pjvermonte.wordpress.com/?p=207#comment-4216</guid>
		<description>Genk, gw setuju dah ama elu. Emang kita happy terus dulu, walaupun pernah ditipu Bijo jalan kaki dari Blok M ke Rempoa tengah malam, tetap happy terus. Sama juga waktu si Bule semangat banget ngajak main bola tengah hari bolong tiap hari. Dia jadi langsing, kite jadi item semua, tapi happy teruss...he..he. Salam buat teman kita Yuli. Perlu kita cium tangannya. Cium tangan lebih baik daripada seperti Petra &#039;dilantik&#039; Ario.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Genk, gw setuju dah ama elu. Emang kita happy terus dulu, walaupun pernah ditipu Bijo jalan kaki dari Blok M ke Rempoa tengah malam, tetap happy terus. Sama juga waktu si Bule semangat banget ngajak main bola tengah hari bolong tiap hari. Dia jadi langsing, kite jadi item semua, tapi happy teruss&#8230;he..he. Salam buat teman kita Yuli. Perlu kita cium tangannya. Cium tangan lebih baik daripada seperti Petra &#8216;dilantik&#8217; Ario.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Soegank</title>
		<link>http://pjvermonte.wordpress.com/2008/05/28/otak-kita/#comment-4214</link>
		<dc:creator>Soegank</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 00:53:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pjvermonte.wordpress.com/?p=207#comment-4214</guid>
		<description>Jadi anak (dan orang tua) di Indonesia sekarang ini memang serba salah. Kalau anak kita tidak disiapkan (dijejelin) segala kemampuan matematika, membaca dan menulis (plus macam-macam lainnya) sejak TK, jangan harap mereka bisa lolos seleksi di SD yang bagus. Kalau tidak dapat SD yang bagus jangan harap punya kesempatan untuk masuk ke SMP yang bagus dan seterusnya. Yang gue maksud sekolah bagus bukan sekolah swasta yang punya label &quot;international bilingual what so ever&quot; tapi sekedar sekolah-sekolah negeri yang dulu jadi tempat kita menimba ilmu dan mengukir indahnya masa puber.

Tapi seperti kita jaman dulu Lip, anak-anak Indonesia memang anak-anak super. Pengalaman dijejelin segala ilmu dari yang penting sampe yang enggak penting enggak bikin kita pening. Kita masih bisa seru-seruan dan menikmati hari-hari dengan happy. Gue rasa kata kuncinya &quot;happy&quot;, seinget gue, rasanya gak ada hari di sekolah yang enggak bikin gue happy. Meskipun alasan gue happy ke sekolah bukan karena gue doyan belajar....he....he....he....

Sekarang yang bisa gue lakukan, mudah-mudah banyak orang tua lainnya juga, untuk anak-anak adalah mencari sekolah dengan guru-guru yang bisa mengemas ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup dengan cara yang &#039;inspiring&quot;, tidak memaksa anak untuk menyerap banyak tapi memberi inspirasi untuk tahu lebih banyak dengan cara mereka sendiri. Sekolah yang juga memberi porsi lebih banyak untuk anak-anak berlari-melompat- bergulingan dan belepotan lumpur. Beruntung anak gue sudah bisa menikmati sekolah seperti itu. Semoga anak lain di Indonesia juga segera bisa karena gue denger makin banyak sekolah dengan konsep yang sama juga muncul di berbagai daerah.

Semoga juga makin banyak guru yang punya dedikasi sedahsyat sahabat kita Yully Rachmawati. Seorang guru yang selalu memberi motivasi dan menginspirasi murid-muridnya untuk maju bukan sekedar untuk jadi juara kelas tapi belajar menata apa yang ingin mereka capai di masa depan. Menurut gue, Yully adalah seorang sahabat dan guru yang pantas kita cium tangannya sebagai penghormatan atas pengabdiannya.

Yang terakhir dan paling menentukan tentunya adalah kita sebagai orang tua yang juga mau jungkir balik memperbaiki diri untuk menjadi contoh yang inspiring buat anak-anak. Bukan hal yang gampang buat gue (makanya gue bilang jungkir balik...he...he....he...) Tapi kalo loe pernah makan nasi goreng di depan bak sampah Pasar Majestik dan jalan kaki dari  SMP 11 ke Ragunan, gue rasa gak ada kata gak mungkin..... iya gak Lip ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi anak (dan orang tua) di Indonesia sekarang ini memang serba salah. Kalau anak kita tidak disiapkan (dijejelin) segala kemampuan matematika, membaca dan menulis (plus macam-macam lainnya) sejak TK, jangan harap mereka bisa lolos seleksi di SD yang bagus. Kalau tidak dapat SD yang bagus jangan harap punya kesempatan untuk masuk ke SMP yang bagus dan seterusnya. Yang gue maksud sekolah bagus bukan sekolah swasta yang punya label &#8220;international bilingual what so ever&#8221; tapi sekedar sekolah-sekolah negeri yang dulu jadi tempat kita menimba ilmu dan mengukir indahnya masa puber.</p>
<p>Tapi seperti kita jaman dulu Lip, anak-anak Indonesia memang anak-anak super. Pengalaman dijejelin segala ilmu dari yang penting sampe yang enggak penting enggak bikin kita pening. Kita masih bisa seru-seruan dan menikmati hari-hari dengan happy. Gue rasa kata kuncinya &#8220;happy&#8221;, seinget gue, rasanya gak ada hari di sekolah yang enggak bikin gue happy. Meskipun alasan gue happy ke sekolah bukan karena gue doyan belajar&#8230;.he&#8230;.he&#8230;.he&#8230;.</p>
<p>Sekarang yang bisa gue lakukan, mudah-mudah banyak orang tua lainnya juga, untuk anak-anak adalah mencari sekolah dengan guru-guru yang bisa mengemas ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup dengan cara yang &#8216;inspiring&#8221;, tidak memaksa anak untuk menyerap banyak tapi memberi inspirasi untuk tahu lebih banyak dengan cara mereka sendiri. Sekolah yang juga memberi porsi lebih banyak untuk anak-anak berlari-melompat- bergulingan dan belepotan lumpur. Beruntung anak gue sudah bisa menikmati sekolah seperti itu. Semoga anak lain di Indonesia juga segera bisa karena gue denger makin banyak sekolah dengan konsep yang sama juga muncul di berbagai daerah.</p>
<p>Semoga juga makin banyak guru yang punya dedikasi sedahsyat sahabat kita Yully Rachmawati. Seorang guru yang selalu memberi motivasi dan menginspirasi murid-muridnya untuk maju bukan sekedar untuk jadi juara kelas tapi belajar menata apa yang ingin mereka capai di masa depan. Menurut gue, Yully adalah seorang sahabat dan guru yang pantas kita cium tangannya sebagai penghormatan atas pengabdiannya.</p>
<p>Yang terakhir dan paling menentukan tentunya adalah kita sebagai orang tua yang juga mau jungkir balik memperbaiki diri untuk menjadi contoh yang inspiring buat anak-anak. Bukan hal yang gampang buat gue (makanya gue bilang jungkir balik&#8230;he&#8230;he&#8230;.he&#8230;) Tapi kalo loe pernah makan nasi goreng di depan bak sampah Pasar Majestik dan jalan kaki dari  SMP 11 ke Ragunan, gue rasa gak ada kata gak mungkin&#8230;.. iya gak Lip ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
