Arsip untuk Januari 11th, 2007

Soal Blogger Indonesia

Januari 11, 2007

Saya barusan membaca sebuah posting menarik di blog milik seorang dosen ITB bernama Budi Rahardjo, salah satu blogger Indonesia terpopuler di wordpress. Judulnya adalah “Jadi Profesor dan Rektor” (klik di sini). Dari komentar-komentar pengunjung blog atas tulisan itu, ada banyak sinisme juga yang terbaca. Ada yang ‘mencela’: “gimana mau jadi professor, lah wong nge-blog melulu”.

Agak aneh juga. Saya memang sering mendengar komentar sinis mengenai blogger di Indonesia. Sebagian orang bilang blog adalah cerminan narsisme, atau blog adalah milik orang-orang kurang pekerjaan. Saya rasa komentar semacam itu justru merefleksikan kenyataan bahwa orang kita tidak biasa mengekspresikan perasaan dan pemikiran, baik secara lisan ataupun melalui tulisan.

Soal ekspresi perasaan, coba kita ingat betapa sulitnya kita mengungkapkan secara lisan dan langsung ungkapan ‘I love you’ dihadapan anak, ayah-ibu, pasangan, guru, dosen, sahabat dan lain-lain. Pada momen tertentu, ketika ingin mengungkapkan perasaan sayang itu, terasa macet di tenggorokan dan membuat ingin tersedak. Sebab lain yang mungkin adalah keterbatasan kosa kata dan rasa bahasa Indonesia untuk ungkapan perasaan (ini salah satu alasan mengapa saya lebih suka posting bahasa Indonesia, melatih saya berpikir keras untuk memilih kata dalam mengekspresikan pikiran dan perasaan – syukur kalau bisa ikut mengembangkan bahasa Indonesia).

Mengenai ekspresi pemikiran, keadaan juga sama saja. Cerita para blogger tentang diri sendiri (pemikiran pribadi, penelitian, perenungan dan semacamnya) menurut saya bukan kesalahan. Kenapa harus pusing menilai-nilai itu narsisme atau bukan? It does not do any harm buat saya yang membacanya kan? Yang penting saya bisa belajar dari orang lain. Saya suka membaca blog orang lain yang menceritakan pengalaman pribadi, prestasi dan lain-lain. Itu membuat saya menghargai achievement orang lain. Sense of achievement adalah sesuatu yang penting, yang memberi inspirasi orang untuk berbuat lebih baik lagi dan membuat progress yang lebih jauh lagi. That’s the essence of the history of mankind. Progress.

‘Keajaiban’ blog menurut saya adalah ia merupakan medium professional dan personal sekaligus. Ada banyak blog milik profesor-profesor terkenal. Dari Indonesia misalnya ada blog milik professor Abdul Munir Mulkhan, pengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang produktif menulis buku itu (klik di sini). Atau dari luar negeri, ada blog milik professor Greg Mankiw (klik di sini), ekonom di Harvard University, yang sangat informatif dari sisi akademis, dan sangat hangat dari sisi personal.

Dua blog milik profesor ini menceritakan pemikiran, ide, juga cerita achievement personal keduanya. Setiap saya membaca blog profesor Mankiw, membaca prestasi dan produktifitasnya, rasanya ada adrenalin yang menyebar dalam diri saya, membikin semangat belajar atau membaca yang kadang-kadang ada di titik nadir kembali naik…he..he.

Bahkan majalah sekaliber The Economist bulan lalu dua kali menulis soal blogger dan blogging sebagai hal yang fenomenal (masih saya cari link-nya, karena saya cuma baca print-edition-nya waktu itu, semoga dapat).

Yah, ini pendapat pribadi, namanya juga blog milik pribadi. Bebas merdeka menulis apa saja…:-)